Perpustakaan Tertua di Dunia Siap Dibuka Kembali Akhir 2016

Big Banner

KOMPAS.com – Pada akhir 2016 nanti, Khizanat al-Qarawiyyin yang dikenal sebagai perpustakaan tertua di dunia bakal kembali dibuka untuk publik.

Perpustakaan yang berlokasi di wilayah Fez Madinah lama, Maroko, ini didirikan pada abad ke-10 dan menjadi tempat bernaungnya 4.000 arsip kuno, termasuk tulisan Al Quran dalam kaligrafi Kufic dan salinan “Muqaddimah” milik Ibnu Khaldun dari abad 14.

Selama renovasi, naskah-naskah tersebut disimpan dalam sebuah ruangan yang terjaga temperatur dan kelembabannya.

Ruangan ini sendiri jauh dari ruangan penyimpanan terdahulu yang memiliki sistem keamanan kuno.

Ruangan berisi naskah asli memiliki empat kunci yang masing-masing dipegang oleh empat orang berbeda.

“Jika ingin membuka ruangan tersebut, maka keempat orang ini harus berada secara fisik di sini untuk membuka pintunya,” kata kurator perpustakaan Khizanat al-Qarawiyyin Abdelfattah Boughchouf.

Namun, lanjut Boughchouf, saat ini sistem keamanan ruangan tersebut telah berganti menjadi lebih modern dengan menggunakan empat digit kode keamanan.

Renovasi yang dilakukan bukan hanya meningkatkan sistem keamanan, melainkan juga beberapa bagian perpustakaan.

Renovasi selama empat tahun dengan biaya mencapai jutaan dollar Amerika Serikat (AS) ini meliputi penambahan panel surya dan pendingin ruangan (AC).

Sementara dari segi struktural, renovasi ini sekaligus memperbaiki sistem perpipaan perpustakaan, menambahkan parit baru, pergantian kayu baru, dan pengubinan.

Untuk saat ini, perpustakaan hanya akan terbuka untuk akademisi dan peneliti meskipun arsitek wanita lokal bernama Aziza Chaouni melobi untuk bisa dibuka sebagai ruang pameran publik.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me