Saham Beranjak Naik, Hadapi 2014 APLN Tingkatkan Porsi Recurring Income

Big Banner

PT Agung Podomoro Land Tbk telah bersiap hadapi 2014 mendatang yang diperkirakan akan menjadi tahun yang sulit bagi emiten properti. Naiknya suku bunga, penerapan LTV BI, sampai antisipasi perbankan dari kenaikan suku bunga akan menjadi penghambat utama pertumbuhan kinerja APLN di tahun depan.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, APLN sejak awal IPO telah menerapkan konsep back to the city dengan membangun kawasan superblock yang mengintegrasikan antara hunian, pusat perbelanjaan, dan perkantoran, dan hotel. Dengan konsep ini, APLN mampu dengan cepat meningkatkan nilai properti mereka dan dengan adanya pusat perbelanjaan dan perkantoran yang di bangun akan mendatangkan recurring income yang dapat menjaga kestabilan keuangan mereka.

Dalam laporan keuangan kuartal III 2013 ini, kontribusi recurring income sebesar 22 persen dimana pendapatan rental sebesar 16 persen dan pendapatan hotel sebesar 6 persen. meningkat drastis dari periode yang sama di tahun sebelumnya yang hanya 17 persen dimana pendapatan rental sebesar 13 persen dan hotel hanya 4 persen. sementara kontribusi penjualan strata berupa penjualan apartmen dan rumah tapak menurun menjadi 78 persen dari yang sebelumnya 83 persen.

Secara garis besar APLN memang sudah cukup siap untuk menghadapi 2014 mendatang dengan sejumlah proyek yang memang lebih banyak mendatangkan recurring income seperti pembangunan sejumlah perkantoran, mall, convention center, dan perhotelan. namun APLN masih dikategorikan sebagai perusahaan yang terus bertumbuh dan belum membagikan laba yang besar kepada pemegang saham karena beban operasional yang masih terbilang tinggi.

Pada perdagangan kemarin APLN menguat dari pembukaannya Rp. 235 dan ditutup pada Rp. 245. Sedangkan pagi ini dibuka kembali pada harga penutupan kemarin dan sampa berita ini dibuat, APLN kembali melemah 5 poin ke Rp. 240

Dari segi Teknikal, harga saat ini masih berada di bawah MA20 atau di area bawah Bollinger band, sehingga ada kemungkinan penguatan terbatas sampai ke titik MA20. Sebagai tambahan informasi, harga pada 2 hari yang lalu sudah menemuai titik terendahnya sejak IPO di Rp. 230.

Kisaran support berada pada level Rp. 235 dan resisrance di Rp. 270. Jika hari ini support kembali tembus, maka harga dapat terus turun mencari support baru. Namun indikasi penguatan terbatas yang ditunjukan idikator masih akan menahan laju downtrend. Posisi buy on weakness di Rp. 230-Rp. 240, take profit di Rp. 270, cut loss di Rp. 225.

vibiznews.com