Kenali 3 Jenis Sertifikasi Desainer Interior

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Sertifikasi menjadi salah satu daya jual profesi tertentu di masyarakat.

Dengan memiliki sertifikasi, seseorang diakui profesinya dan dapat menjalankan profesinya sesuai standar yang berlaku.

Untuk profesi desainer interior, ada 3 tingkatan sertifikasi yang dinilai berdasarkan pengalaman atau portofolio.

“Sertifikasi desainer ada Pratama, Madya, dan Utama,” ujar Sekretaris Jenderal Himpunan Desainer interior Indonesia (HDII) Rochmadi kepada Kompas.com, Kamis (29/9/2016).

Tingkat sertifikasi paling bawah adalah Pratama. Desainer dengan sertifikasi ini mendesain ruangan-ruangan rumah dengan total luas 500 meter persegi.

Sementara satu tingkat di atasnya adalah Madya dengan luasan ruang yang ditangani desainer maksimal 1.000 meter persegi.

Jenis properti yang didesain juga tidak harus rumah atau residensial, melainkan gedung komersial.

Tingkat sertifikasi terakhir dan teratas adalah Utama dengan tugas yang komplikasi. Desainer dengan sertifikasi ini juga bertindak sebagai manajemen dan eksekutor. Artinya, dia bisa menentukan pelaksanaan desain.

“Cakupan sertifikasi Utama sangat besar. Dia mengelola desain, klien, dan proyek, yang biasanya perlu penanganan berbeda,” tutur Rochmadi.

Ia mencontohkan, untuk desain residensial, desainer hanya perlu menghadapi satu klien saja. Namun, untuk bangunan komersial yang besar, tanggung jawab desainer juga besar.

Dengan demikian, hal-hal yang dipelajari lebih banyak daripada pemegang sertifikasi Pratama atau Madya.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me