Urbanisasi Meningkat, Pemerintah Gencar Sediakan Rumah Layak

Big Banner
Ilustrasi. Foto: Rumah123/iStock

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2010, angka urbanisasi sebesar 49,8 persen. Kemudian pada 2015, meningkat menjadi 53,3 persen. Peningkatan urbanisasi ini membuat pemerintah lebih giat mengupayakan rumah layak huni.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Syarif Burhanuddin.

“Urbanisasi per tahun diperkirakan meningkat sekitar 3,5 persen. Permintaan rumah pun semakin tinggi sedangkan lahan atau tanah yang tersedia tidak bertambah. Jangan sampai pemda tidak mengantisipasi hal ini, jika tidak ingin timbul kawasan kumuh karena tidak tersedianya rumah yang layak bagi masyarakatnya,” katanya pada Konferensi Pers Hari Habitat Dunia 2016 di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (3/10).

Baca juga: Hari Habitat Dunia, Masih Ada 3,4 Juta Rumah Tak Layak Huni

Program Satu Juta Rumah juga dimaksudkan sebagai antisipasi menghindari adanya permukiman kumuh. Pemerintah daerah (Pemda) pastinya yang mengetahui angka kebutuhan rumah layak huni bagi masyarakatnya.

Salah satu upaya pemerintah untuk mendorong perumahan yang layak huni di daerah perkotaan, lanjutnya, adalah dengan metode memaksimalkan pembangunan hunian vertikal. Semakin minim lahan yang ada, akan memaksa masyarakat tinggal di hunian vertikal.

Pemerintah memiliki pendekatan penyediaan perumahan dari dua sisi, yakni formal dan swadaya. Berdasarkan data yang ada saat ini, ternyata masyarakat yang membangun rumahnya secara swadaya lebih banyak, dibandingkan mereka yang memiliki rumah dari sisi formal atau dari pengembang perumahan.

“Kami berharap dengan program ini (satu juta rumah), masyarakat, baik di wilayah perdesaan maupun perkotaan bisa memiliki rumah yang layak huni,” katanya berharap. (Wit)

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me