Awal 2017, Tren Properti Membaik Seiring Rampungnya Tax Amnesty Babak 2

Big Banner
Ilustrasi (Foto: Rumah123/iStockphoto)

Pengampunan pajak (tax amnesty) periode pertama yang berakhir pada 30 September 2016 sudah ditutup. Dana repatriasi tercatat pada nominal Rp97 triliun, sedangkan dana deklarasi tercatat Rp137 triliun. Selanjutnya, periode kedua tax amnesty pun dimulailah pada awal Oktober.

Bagaimana peluang tax amnesty periode kedua ini? Hal inilah didisikusikan pada forum yang mengusung tema “Peluang Tax Amnesty Babak Kedua” di Jakarta, Rabu (4/10). Sebelumnya sering disebut bahwa 30 persen dari dana reaptriasi akan masuk ke sektor properti.

Menurut prediksi Wasekjen DPD REI, Budi Hermawan, gairah properti bakal terlihat pada akhir tahun ini atau pada awal 2017.

“Untuk sektor properti akan lebih terasa pada bulan Desember atau awal tahun depan. Karena dana yang diekspos Rp137 triliun itu kan dananya belum 100 persen masuk Indonesia. Sedangkan deadline-nya Desember ini,” ujarnya.

Baca juga: Maret 2017, Sektor Properti Bergairah Berkat Dua Stimulus Pemerintah

Dibanding 2015, pertumbuhan sektor properti tahun ini menurun sebesar 3 persen dari tahun sebelummnya yang 5 persen. Namun, Budi optimistis tren properti akan lebih baik pada awal 2017, meskipun peningkatannya tidak begitu signifikan.

“Nggak langsung banyak peningkatannya. Karena mereka yang punya dana simpanan di luar negeri, masih terfokus pada tax amnesty. Bagaimana cara dana tersebut bisa dialihkan,” kata Budi.

Sebagai informasi, periode pertama, tebusan deklarasi harta dalam negeri dan harta repatriasi dikenai tarif 2 persen. Lalu, periode berikutnya berlangsung awal Oktober hingga 31 Desember, tarif naik menjadi 3 persen. Begitu pula harta di luar negeri yang tidak dipulangkan ke Tanah Air dikenai tarif tebusan 6 persen dari sebelumnya 4 persen. (Wit)

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me