Kendala Desainer Interior, Bahan Baku Harus Impor

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Keuntungan pembangunan infrastruktur yang masif dirasakan oleh para desainer interior.

Sebanyak 80 persen proyek yang dikerjakan Himpunan Desainer interior Indonesia (HDII) merupakan proyek pemerintah. Namun, HDII kerap terkendala ketersediaan material.

“Satu kendala bagi desain interior, 60 persen adalah bahan baku yang masih impor,” ujar Ketua Himpunan Desainer interior Indonesia Lea Aviliani Aziz di Jakarta, Kamis (6/10/2016).

Ia mencontohkan, sampai saat ini belum ada karpet lokal untuk area publik seperti bandara.

Di satu sisi, pemerintah tengah gencar-gencarnya membangun dan merenovasi bandara di seluruh Indonesia.

Tidak tanggung-tanggung, pemerintah bahkan berencana membangun 240 bandara sampai 2025.

Akibat ketiadaan pasokan dari industri lokal, 100 persen karpet masih bergantung pada buatan luar negeri. Selain karpet, tiner juga masih harus impor ke luar negeri.

Lea berharap, untuk membuat proyek lebih baik, pemerintah dapat memberlakukan bebas pajak untuk material tertentu.

“Seperti di luar negeri, karena kita mendesain untuk pemerintah sehingga pemerintah mendapat tempat terbaik yaitu pasti dampaknya bagus untuk masyarakat,” tuntas Lea.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me