Sofyan Djalil Akui Kinerja Kementeriannya Tidak Maksimal

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengaku kinerja kementeriannya selama ini masih kurang maksimal.

Setelah menjabat menjadi menteri, ia menemukan banyak keluhan dari sejumlah pihak, salah satunya investor yang tengah mengurus Hak Guna Bangunan (HGB) di Kepulauan Riau.

Tidak hanya mengadu padanya, perusahaan ini bahkan juga mengeluhkan kinerja Kementerian ATR/BPN kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

“Perusahaan ini kirim surat pada saya, sudah 1 setengah tahun tidak diproses HGB-nya. Isi suratnya, saya forward ke seluruh kepala kantor wilayah BPN,” ujar Sofyan saat memberi sambutan acara pembukaan pameran properti Real Estate Expo 2016 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu, (8/10/2016).

Sofyan mengatakan, dirinya memang sengaja memanfaatkan teknologi untuk berkoordinasi dengan para staf dan jajarannya.

Saat menyebarkan surat tersebut, Sofyan tidak menyebutkan secara spesifik nama perusahaannya.

Tujuannya, hanya ingin memberi contoh kasus yang terjadi di Kepulauan Riau kepada para stafnya.

Selain itu, ia mengirimkan surat tersebut juga ingin mengetahui apa alasan HGB perusahaan tidak terbit bahkan sampai lebih dari setahun.

Dua jam kemudian, kepala kantor wilayah membalas surat yang dikirimkan Sofyan.

“Katanya sebagian overlap. Jika sebagian overlap, kenapa tidak ada tindak lanjutnya? Kenapa tidak dikeluarkan HGB bermasalah?” cecar Sofyan.

Dalam hal ini, ia menyimpulkan, sebagian besar birokrat atau pegawai negeri sipil (PNS) masih merasa anti terhadap pengusaha.

Padahal salah satu tugas BPN adalah untuk membantu investor, memudahkan investasi, menciptakan lapangan kerja, menjadi sumber ekonomi, yang pada akhirnya membayar gaji para PNS itu sendiri.

“Saya katakan, orang-orang BPN itu yang beri gaji mereka (pengusaha) lho,” ucap Sofyan.

Untuk itu, ia berharap, BPN bisa berbenah dan mengubah paradigmanya. Terlebih lagi, BPN harus bisa responsif dalam menanggapi suatu masalah khususnya di bidang pertanahan.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me