Progres Konstruksi Bendungan Kuningan Baru 26,69 Persen

Big Banner

KUNINGAN, KOMPAS.com – Sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan di daerah-daerah, pembangunan bendungan menjadi salah satu cara yang digunakan pemerintah, tak terkecuali pembangunan Bendungan Kuningan di Jawa Barat.

Bendungan Kuningan menjadi satu dari delapan bendungan baru yang ditargetkan dibangun pada 2016 oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) dan menjadi bagian dari program 49 bendungan baru dalam RPJMN 2015-2019.

“Bendungan Kuningan ini manfaatnya adalah untuk irigasi sawah seluas 3.000 hektar, penyediaan air baku, dan untuk pembangkit listrik tenaga air,” ujar Kepala Bidang Pengelolaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cisanggarung Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Dwi Ariyani, di Kuningan, Jawa Barat, Jumat (7/10/2016).

Dalam perolehan lahannya, Dwi mengungkapkan ada sharing atau pembagian lahan dari dua provinsi, yakni Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Oleh sebab itu, pengairan dari bendungan dengan total luasan 284,45 hektar ini terbagi ke dua provinsi tersebut.

Pembagian lahan itu juga berdampak pada pembiayaan pembangunan Bendungan Kuningan yang bervariasi dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), Kementerian PUPR, Provinsi Jabar dan Jateng, serta APBD Kuningan dan Brebes.

Bendungan dengan total kapasitas air sebanyak 25,995 juta meter kubik ini tengah dalam tahap konstruksi untuk bisa diselesaikan sebelum tahun 2019 nanti.

Hingga saat ini, progres konstruksinya baru 26,69 persen dari target 25 persen yang ditetapkan.

“Ini diperoleh dari pembangunan terowongan penggerak, saluran pelimpah, jalan akses, galian pondasi bendungan, dan perbaikan pondasi,” pungkasnya.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me