Pencegahan Banjir Jakarta Jadi Perhatian Pemerintah

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Banjir  dan rob menjadi masalah klasik Kota Jakarta. Posisinya yang rendah, lebih rendah dari laut, membuat Ibukota negara ini menjadi langganan banjir dan limpasan air laut pasang. Sudah begitu wilayahnya dilintasi 13 sungai yang kapasitasnya semakin kecil karena pendangkalan dan diokupasi warga.  Pengambilan air tanah yang tidak terkendali turut mempercepat turunnya muka tanah di Jakarta.  Untuk mengatasi persoalan tersebut pemerintah menyiapkan sejumlah proyek.

Tanggul Laut (ilustrasi)

Tanggul Laut (ilustrasi)

Salah satunya dan yang paling besar adalah proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) atau tanggul laut raksasa di pantai utara Jakarta. Proyek tersebut diklaim bukan hanya proyek penanggulangan banjir tapi proyek penyelamatan lingkungan.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono, menyebut dalam 15 tahun ke depan wilayah Jakarta tidak bisa lagi mengalirkan air sungai secara gravitasi karena kawasannya lebih rendah dari laut. “15 tahun itu nggak lama, kenaikan permukaan air 10-12 cm per tahun, jadi proyek ini lebih untuk penyelamatan lingkungan. NCICD ini perbaikannya mulai dari hulu yang akan terintegrasi dengan proyek normalisasi,” ujarnya saat memaparkan kinerja dua tahun Kemenpupera di Jakarta, Jumat (7/10).

Saat ini yang sedang berjalan NCICD fase A untuk  menyelamatkan kawasan Jakarta Utara seperti Pluit, Muara Karang, dan sekitarnya. Ada dua lokasi tanggul laut yang dibangun di Muara Baru sepanjang 2,3 km dan Kalibaru 2,2 km yang ditarget selesai tahun 2018. Progres pengerjaan yang pertama mencapai 7,5 persen dan kedua  8 persen.

Proyek tanggul laut raksasa ini panjangnya 62,5 km dan Kemenpupera akan mengerjakan sepanjang 8 km. Sepanjang 4,5 km sudah dilakukan kontrak, sementara sisanya akan dilakukan tahun depan. Pemprov DKI Jakarta dan swasta juga akan terlibat dalam pembangunan proyek ini. Selain NCID untuk mengerem penurunan muka tanah suplai air baku untuk Jakarta akan ditambah. Nantinya kalau suplainya sudah mencukupi pengambilan air tanah akan dilarang.

“Normalisasi aliran sungai juga jadi bagian proyek penanggulangan banjir Jakarta. Saat ini normalisasi Kali Ciliwung hingga pintu air Manggarai sudah dikerjakan sepanjang 12 km. Pintu air  Manggarai  dan Karet akan ditambah sehingga alirannya bisa lebih lancar,” imbuhnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me