Bupati Banyuwangi Sambut Baik Penyelesaian JLS

Big Banner

Banyuwangi – Pembangunan jalan pantai selatan Jawa (pansela) atau yang biasa dikenal dengan Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang menghubungkan antara Kabupaten Banyuwangi hingga Kabupaten Pacitan akan kembali dilanjutkan. Untuk sisi Banyuwangi, pembangunan dipastikan dimulai kembali pada 2017.

“Tahun depan, kami pastikan pembangunan mulai jalan lagi. Dari total 106 kilometer yang ada di Banyuwangi, yang belum tembus ada 24 kilometer. Ini juga akan kita garap. Ketua DPR Pak Ade Komarudin juga sudah turun langsung melihat JLS di Banyuwangi dan memberi semangat kepada kami untuk melanjutkan pembangunan JLS,” ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera), Basuki Hadimuljono, saat kunjungan kerja ke Banyuwangi, Minggu (9/10) malam.

JLS di Jawa Timur melintas sejumlah daerah dari Banyuwangi hingga Pacitan sepanjang lebih dari 670 kilometer. Di Banyuwangi, JLS terbentang sepanjang lebih dari 106,1 kilometer melintasi Perkebunan Malangsari Kalibaru, Kendeng Lembu Glenmore, Genteng, Rogojampi, Srono, Singojuruh, Kabat, Banyuwangi, Giri, dan Kalipuro.

Dengan dikebutnya pembangunan JLS di Banyuwangi ini, lanjut Basuki, pihaknya berharap seluruh ruas JLS akan terhubung pada 2019. “Jawa Barat sudah tembus semua, Jawa Tengah dan Yogyakarta tinggal sedikit. Untuk Jawa Timur target saya 2018 sudah selesai semua,” kata dia.

Selain JLS, lanjut Basuki, Kempupera segera membangun jalan tol Probolinggo-Banyuwangi yang panjangnya mencapai 170 kilometer. “Ini sedang proses tender. Tahun depan pekerjaan fisik bisa segera dimulai. Mungkin butuh 2 – 3 tahun pekerjaannya,” kata Basuki.

Bawa Dampak Perekonomian

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengatakan, pihaknya menyambut baik penyelesaian pembangunan JLS. Dia mengatakan, apabila JLS ini bisa selesai maka pertumbuhan ekonomi akan semakin cepat. Selama ini, jalan yang menghubungkan antara Banyuwangi-Jember masih mengandalkan jalan berbukit dari kawasan Kalibaru Banyuwangi menuju Gumitir Jember.

“Selama ini jalannya masih satu melalui Gumitir. Sehingga akan kesulitan apabila di Gumitir yang menanjak ada problem. Misalnya, begitu ada truk mogok atau ada kecelakaan, macetnya bisa berjam-jam,” kata Anas.

Menurut Anas, JLS akan membawa dampak yang besar bagi perekonomian di Banyuwangi. Apalagi di kawasan sekitar JLS nantinya, akan dibangun sebuah Kampung Coklat Banyuwangi, yang akan menjadi destinasi wisata baru. Bahkan Kampung Coklat dijadwalkan selesai Desember mendatang atau maksimal awal 2017. “Apabila JLS selesai dibangun, perekonomi‎an di selatan Banyuwangi semakin menggeliat,” kata Anas.

Anas menambahkan, meski jalur ini dibangun oleh APBN, Pemkab Banyuwangi nantinya tetap akan mengawasi tata ruangnya. “Nantinya, tetap akan kami awasi tata ruangnya. Jangan sampai nanti banyak bangunan-bangunan yang justru merusak pemandangan,” kata Anas.

Terkait tol Probolinggo – Banyuwangi, menurut Anas, juga signifikan karena akan memperpendek waktu tempuh Surabaya-Banyuwangi. Selama ini, Surabaya-Banyuwangi membutuhkan waktu 7 hingga 8 jam. Dengan tol Probolinggo-Banyuwangi, maka jalur darat bisa ditempuh 3 hingga 4 jam.

“Sehingga terbayang nantinya seperti apa lima tahun mendatang perkembangan ekonomi di Banyuwangi. Jadi siapapun nantinya yang menjadi bupati setelah saya purna tugas, tinggal melanjutkan saja,” pungkas Anas.

Feriawan Hidayat/FER

BeritaSatu.com

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me