Rampung Akhir 2016, Terminal 4 Bandara Changi Tawarkan Pengalaman Baru

Big Banner

SINGAPURA, KOMPAS.com – Terminal penumpang baru di Bandara Changi Singapura terlihat nyaris rampung.

Hal itu terlihat dari luar dengan tulisan “Terminal 4” terpampang besar di dindingnya disertai selesainya pembangunan jalan dan jembatan baru serta menara kendali setinggi 68 meter.

Lebih dari dua tahun sejak konstruksinya dimulai, tempat parkir mobil bertingkat di depan Terminal 4 (T4), sebuah area untuk taksi dan bis juga mendekati penyelesaian.

Pengerjaan Terminal 4 Bandara Changi secara keseluruhan diharapkan bisa kelar pada akhir 2016 ini.

Kendati demikian, Juru Bicara Changi Airport Group Ivan Tan mengatakan kepada The Straits Time bahwa pada akhir tahun nanti T4 belum siap untuk menerima pengunjung.

Pembukaannya sendiri akan dilakukan pada pertengahan kedua tahun 2017 mendatang.

Tahap pengerjaan T4 selanjutnya melibatkan pengujian terhadap sistem bandara dan peralatannya serta percobaan terhadap kesiapan operasionalnya.

Tidak seperti ketiga terminal sebelumnya, di T4 akan terdapat banyak kegiatan self-service atau dilakukan sendiri dan pilihan otomatis untuk check-in, pemberian tanda di tas, imigrasi, dan masuk ke dalam pesawat.

Para penumpang diperlakukan sebagai subyek untuk pemeriksaan terpusat dan bukannya diperiksa di ruang pemeriksaan sebelum masuk pesawat seperti sistem di terminal lainnya.

Ada banyak rencana untuk lebih dari 50 percobaan termasuk penerbangan langsung menjelang pembukaan T4.

Jumlah percobaan yang akan dilakukan di T4 lebih dari setengahnya dari percobaan untuk Terminal 3 yang dibuka pada 2008.

Dibangun untuk bisa menampung 16 juta penumpang dalam setahun, T4 bersama dengan pengerjaan perluasan T1 diproyeksikan mampu meningkatkan total kapasitas Bandara Changi menjadi 85 juta penumpang.

Cathay Pacific dan AirAsia bakal menjadi dua maskapai pertama yang direncanakan untuk pindah ke terminal baru ini.

Direktur Eksekutif AirAsia Singapura Logan Velaitham mengaku tak sabar memindahkan operasional penerbangannya ke fasilitas baru tersebut.

Menurut Logan, otomatisasi yang ekstensif dan teknologi di T4 menjadi daya tarik tersendiri bagi AirAsia.

Perpindahan ini tak hanya menguntungkan konsumen AirAsia melainkan juga membantu maskapai penerbangan murah tersebut untuk menghemat biaya operasi hingga 40 persen dengan diikuti rendahnya penggunaan tenaga orang.

“Kami mengharapkan peningkatan besar pada operasional dan produktivitas yang kami tujukan untuk mengenakan tarif lebih rendah ke konsumen kami. Di T4, para penumpang AirAsia dapat merasakan pengalaman perjalanan baru yang mulus dan mudah dari awal hingga akhir,” jelas Logan.

Sementara itu, pihak Bandara Changi tidak akan membuat sky train atau kereta penghubung langsung T4 dengan terminal lainnya.

Bagi penumpang transit akan dipindahkan ke lounge transfer yang akan mengantar mereka ke bis menuju T2 dan menggunakan kereta dari T1 dan T3 dari sana.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me