Kementerian PUPR Telah Salurkan KPR Subsidi (FLPP) Rp 3,2 T

Big Banner

Jakarta, mpi-update. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP)  per Agustus 2016 telah menyalurkan dana Fasilitas likuiditas Perumahan (FLPP) sejumlah 33.347 unit senilai Rp3,256 Triliun.

Total penyaluran dana FLPP dari tahun 2010 hingga bulan Agustus 2016 adalah sebanyak 470.943 unit dengan nilai FLPP sebesar Rp25,848 Triliun.DIPA FLPP yang dipercayakan pemerintah kepada Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) tahun 2016 untuk disalurkan kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sebesar Rp9,227 Triliun ditambah dengan proyeksi pengembalian pokok sebesar Rp900 Miliar sehingga proyeksi ketersediaan dana sebanyak Rp10,127 Triliun dengan target 95.000 unit.

Provinsi Jawa Barat masih merupakan provinsi terbesar menyerap dana FLPP karena memang di di daerah ini banyak terdapat pusat-pusat industri dan merupakan provinsi terdekat dengan ibu kota. Menyusul Banten, Riau, Jawa Timur dan Kalimantan Barat.

Guna lebih mesosialisasikan dan membantu masyarakat mendapatkan rumah layak huni PPDPP kembali mengadakan Pameran Rumah Rakyat Tahun 2016 berturut-turut di empat kota di Indonesia yaitu, Jambi (12 – 16 Oktober 2016), Banyuwangi (14 – 18 Oktober 2016), Kendari (26 – 30 Oktober 2016) dan Jakarta (9 – 13 November 2016), dengan tema sesuai dengan Hari Habitat Dunia 2016 yaitu “Perumahan Penggerak Perkotaan Berkelanjutan”.

Pameran ini nantinya akan melibatkan enam Direktorat Jenderal di Lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yaitu Ditjen Pembiayaan Perumahan, Ditjen Penyediaan Perumahan, Ditjen Cipta Karya, Badan Penelitian dan Pengembangan dan Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah, tigapuluhan pengembang yang membangun rumah dengan menggunakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR Sejahtera FLPP).

Selain itu juga bank pelaksana yang sudah mengadakan perjanjian kerjasama operasional dengan PPDPP, asosiasi perumahan seperti Real Estate Indonesia (REI), Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indinesia (Apersi), Asosiasi Pengembang Rumah Sederhana Sehat (Apernas), Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Indonesia (Asperi), Asosiasi Pembangunan Perumahan Prajurit (Aspera), Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumas Nasional (Asprumnas).

Bapertarum PNS dan Perum Perumnas juga turut aktif dalam mendukung pameran rumah rakyat ini. “Pameran ini harus sukses dan lebih baik dari tahun sebelumnya. Kesuksesan pameran ini terlihat dari pameran yang tertata dengan baik, apik dan ramai pengunjung. Sehingga diharapkan banyak terjadi transaksi nantinya,” ujar Direktur Utama PPDPP, Budi Hartono seperti rilis yang diterima mpi-update. Senin 10/10.

Dalam pameran ini PPDPP mengharapkan agar bank pelaksana KPR Sejahtera FLPP bisa memberikan gimmick yang menarik sehingga bisa menarik jumlah pengunjung. Sedangkan dari sisi pengembang, PPDPP mengharuskan pengembang hanya menjual rumah sesuai dengan patokan harga FLPP. Seperti di Jambi dan Banyuwangi seharga Rp 116.500.000,- dan di Jakarta Rp 133.500.000,- serta di Kendari Rp 122.500.000,-. “Kami tidak mentolerir penjualan rumah di atas harga tersebut,”ujar Aisyah Dewi, Staf Khusus Direktur Layanan tegas.

Budi Hartono berharap dalam pameran ini bisa lebih mensosialisasikan program pemerintah FLPP sehingga lebih dikenal oleh masyarakat luas, terutama masyarakat berpenghasilan rendah dan PPDPP sendiri tentunya sebagai badan yang mengelola dana perumahan ini.

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me