Akuisisi Bandung Electronic Mall, Ganda-Martua Sitorus Bangun Pusat Kreatif

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Kiprah dua bersaudara Ganda dan Martua Sitorus di sektor properti melalui bendera Gamaland, terus berlanjut.

Pasca pembukaan dan operasionalisasi gedung tertinggi di Indonesia, Gama Tower, mereka mulai merealisasikan rencana ekspansinya.

Baca: Gedung Tertinggi di Indonesia Resmi Dibuka pada 26 Agustus

Ekspansi bisnis tersebut berupa pengembangan pusat kreatif atau creative center yang mengakomodasi komunitas, bisnis, dan industri kreatif yang sedang berkembang pesat di Indonesia.

Direktur Gamaland Dicky Iksan Soetikno menuturkan, pusat kreatif bernama Clicksquare tersebut dibangun untuk mewujudkan pusat kreatif berteknologi tinggi.

“Kami kemudian mengakuisisi Bandung Electronic Mall (BEM) dan membangun Clicksquare,” ungkap Dicky kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Baca: Aset-aset Properti Ganda-Martua Sitorus

Dia melanjutkan, BEM yang menempati area seluas 5.958 meter persegi tersebut saat ini tengah dalam tahap renovasi.

Ada bagian-bagian tertentu yang mengalami perubahan desain, dan ada bagian-bagian lain yang direnovasi, disesuaikan dengan konsep Clicksquare yang serba transparan.

Menurut Business Development Clicksquare Ilwan Permana, ruang kreativitas ini diciptakan untuk komunitas yang membutuhkan tempat berkumpul, beraktifitas dan berkreasi serta berkolaborasi dengan komunitas-komunitas lainnya.

“Inilah yang menjadikan Clicksquare sangat berbeda dengan konsep-konsep properti pada umumnya,” cerita Ilwan.

Tidak hanya tempat, Clicksquare juga menyediakan fasilitas-fasilitas pendukung untuk komunitas kreatif, yakni studio rekaman berkelas internasional, dan panggung musik lengkap dengan audio video yang canggih untuk mengekspresikan karya-karya komunitas musik.

Fasilitas berikutnya adalah studio greenscreen,  darkoom untuk mencuci karya foto, dan juga post pro editing dengan rendering farm kelas dunia yang bisa digunakan oleh komunitas fotografi dan film.

Dokumentasi Gamaland Clicksquare Bandung

Clicksquare juga dirancang untuk membantu perusahaan-perusahaan rintisan (startup) bidang informasi dan teknologi (IT) guna mengembangkan diri dengan memberikan mentoring dan pelatihan hingga bertemu dengan para investor.

“Kami sediakan fasilitas yang mendukung bisnis startup. Ada video mapping permanen pertama di Asia, augmented realty dan TV LED untuk berpromosi,” imbuh Ilwan.

Untuk pebisnis kuliner, Clicksquare mengakomodasinya dengan menyediakan ruang-ruang ritel yang bisa digunakan secara gratis selama periode operasional tahun pertama.

Menurut Dicky, dibebaskannya peritel-peritel tersebut adalah untuk merangsang pertumbuhan bisnis kuliner, terutama lokal tradisional, agar bisa bersaing dengan peritel internasional.

“Idealisme kami, mereka bebas sewa selamanya. Namun, kami harus mempertimbangkan biaya pemeliharaan gedung beserta fasilitasnya,” kata Dicky.

Dokumentasi Gamaland Clicksquare Bandung

Pengunjung bisa memesan makanan dan minuman melalui aplikasi ponsel pintar berplatform android maupun ios.

Untuk membangun Clicksquare, Gamaland harus merogoh kocek hingga Rp 500 miliar. Ini sudah termasuk biaya akuisisi, renovasi, kelengkapan fasilitas dan perangkat lunak yang mendukung industri kreatif.

Rencananya, Clicksquare yang berlokasi di Jalan Naripan Bandung, ini akan dibuka untuk publik pada 17 Maret 2017 mendatang.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me