Hingga September, Jakarta Tambah 9 Hotel Baru

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Kendati tingkat hunian rata-rata terus merosot hingga ke level 55,9 persen dan tarif rata-rata di posisi 81,92 dollar AS, namun hotel baru di Jakarta terus bertambah.

Menurut riset Colliers International Indonesia, hingga kuartal III-2016 atau per September, terdapat 9 hotel dengan 1.488 kamar yang memulai operasinya.

Dari total jumlah tersebut, hotel dengan klasifikasi bintang empat mendominasi dengan 4 hotel dan 816 kamar. Menyusul dibukanya A Hotel, Swisss-belhotel Pondok Indah, Mercure Cikini, Grand Whiz POin Square, dan Four Points by Sheraton Jakarta.

Sementara hotel bintang tiga di tempat kedua dengan 3 hotel yang menliputi 275 kamar. Hotel-hotel ini adalah Harper MT Haryono, Liberty Hotel, dan Maven Fatmawati.

Four Seasons dan The Westin Jakarta merupakan dua hotel anyar bintang lima yang beroperasi pada kuartal III-2016. Keduanya berkontribusi masing-masing sebanyak 125 dan 272 kamar.

Hal serupa terjadi di Bali. Hotel bintang empat mendominasi dengan jumlah 1.794 kamar dari 11 hotel. 

Diikuti kelas di bawahnya, yakni bintang tiga dengan 509 kamar dari empat hotel, dan satu hotel bintang lima yakni The Katamama Potato Head Boutique Hotel dengan 58 kamar. 

Meski pasokan bertambah, namun kinerja bisnis perhotelan di Pulau Dewata ini sedikit lebih baik dibanding Jakarta. Hal itu terlihat dari tingkat hunian rata-rata yang masih berada pada level di atas 70 persen.

“Akan tetapi, bertambahnya pasokan hotel baru tak sanggup menahan tarif rata-rata harian melorot hingga mencapai angka 120 dollar AS. Padahal pada periode yang sama tahun lalu, masih bertengger di angka 122 dollar AS,” tulis Colliers.

Turis dari Australia masih mendominasi tamu-tamu hotel Bali dengan 650.000 orang. Diikuti turis China sekitar 550.000 orang.

Berturut-turut pelancong asal Jepang, Inggris, India, dan Malaysia sekitar 100.000 orang.

 

 

properti.kompas.com