Maraknya E-Commerce Ubah Pola Pencarian Properti

Big Banner

Jakarta – Kebiasaan masyarakat Indonesia dalam melakukan pencarian properti diprediksi akan berubah seiring dengan perkembangan bisnis e-commerce yang semakin menjamur.

Bahkan, situs properti global, Lamudi, memperkirakan, pola pencarian dan pembelian properti secara konvensional akan beralih seiring dengan maraknya perkembangan e-commerce di tanah air.

Managing Director Lamudi Indonesia, Mart Polman, mengatakan, berdasar hasil riset yang dilakukan oleh perusahaan konsultan, Mckinsey & Co, bisnis e-commerce di Indonesia bakal menjadi yang terbesar di dunia.

“Indonesia saat ini ada di posisi ke enam dengan nilai US$ 2 miliar untuk pasar e-commerce yang dilakukan oleh masyarakatnya,” ujar Polman dalam siaran persnya, Jumat (14/10).

Pasar e-commerce di Indonesia, lanjut dia, terus bertumbuh dan berkembang dengan cepat. Hal itu, kata Polman, mengharuskan setiap pemainnya harus dapat beradaptasi dengan perubahan tren dan keinginan konsumen.

“Dengan perkiraan bakal ada 71 persen penduduk Indonesia yang akan tinggal di daerah perkotaan, hal itu memberikan peluang bahwa bisnis online dan e-commerce masih memiliki peluang yang cukup lebar,” jelasnya.

Dengan semakin banyaknya penduduk yang memiliki akses internet, kata Polman, hal tersebut juga berimbas kepada pasar properti. Saat ini, jelas dia, mulai ada pergeseran dari pola pencarian dan pembelian properti melalui online.

“Dengan peningkatan yang tajam dari pengunjung online, hal itu menjadi bukti bahwa pasar e-commerce di Indonesia tumbuh berkembang dengan cepat. Pola pencarian dan pembelian properti secara konvensional akan beralih ke online, seiring dengan maraknya perkembangan e-commerce di Indonesia,” tambahnya.

Feriawan Hidayat/FER

BeritaSatu.com

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me