5 Alasan Properti di Karawang Semakin Digandrungi

Big Banner

Daya tarik perindustrian di Karawang tampaknya telah mengubah image kota tersebut. Pasalnya, jika 10 tahun lalu Karawang masih dinilai remeh, kini emiten properti telah banyak yang berlomba-lomba mencari lahan di area tersebut. Sebut saja Agung Podomoro Land, Summarecon, Perumnas, hingga Pollux memiliki distrik pengembangan di sana.

Tidak hanya pengembang, para pekerja di kawasan industri Karawang pun tentunya kerap mencari hunian di dekat tempat kerjanya itu. Akhirnya, investor kemudian membuat spekulasi bahwa potensi Karawang bakal signifikan.

BACA JUGA : 3 Alasan Properti di Gading Serpong Sangat Menggairahkan

Menurut pemaparan Agung Wirajaya, Assistant Vice President Head of Strategic Residential Marketing Division dari Agung Podomoro Land, ada 5 alasan yang membuat Karawang makin digandrungi. Di antaranya:

1. Industri Besar

Data terbaru menyebutkan, Karawang memiliki kawasan industri terbanyak dan terbesar di Indonesia dengan luas lahan mencapai 4.000 hektare. Tidah hanya itu, salah satu kawasan industri di kota tersebut, yakni KIIC (Kawasan International Industrial City) juga dinyatakan sebagai area industri terbaik di Asia Tenggara.

2. Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Kereta cepat Jakarta-Bandung yang diresmikan sendiri oleh Presiden RI Joko Widodo dan mulai dibangun pada tanggal 21 Januari 2016, rencananya akan selesai dan sudah mulai beroperasi pada akhir tahun 2018. Melewati area Karawang dengan sebuah stasiun di KM 42, tentu saja keberadaannya akan turut mengerek naik kepopuleran properti di kota tersebut.

3. Pertumbuhan Ekonomi Terbesar

Jika ditanya mengenai daya beli, warga Karawang juga ternyata memiliki tingkat daya beli yang cukup tinggi. Hal itu bisa dilihat dari pertumbuhan ekonomi daerahnya yang mencapai 7,87 persen (tanpa migas) di tahun 2014. Pertumbuhan itu lebih besar dari pertumbuhan ekonomi nasional penduduk Indonesia yang cuma 5 persenan.

4. Harga Masih Terjangkau

Pertumbuhan ekonomi yang naik tinggi ternyata tak sebanding dengan harga tanah di kawasan tersebut. Kendati sudah makin dilirik, namun harga lahannya masih tergolong murah, yakni hanya sekitar Rp2 jutaan per m2.

Meski begitu, kenaikan harga di kawasan ini juga tergolong tinggi. Jika dibandingkan dengan tahun 2014 lalu misalnya, harga rumah yang terletak di jalan boulevard sekitar Rp4 juta – Rp5 juta per m2 kini menjadi Rp 8 juta – Rp 9 juta per m2.

5. Bandar Udara

Terlepas dari isu rencana pembangunan pelabuhan Cilamaya yang tidak jadi dibangun dan digeser ke Patimban, Subang, namun rencana pembangunan bandar udara Ciampel akan cukup untuk mendongkrak kepopuleran Karawang yang makin diincar.

rumahku.com