Tax Amnesty Tak Pengaruhi Properti Singapura

Big Banner

Masyarakat Indonesia memiliki sejarah panjang terkait pembelian properti primer di Singapura. Tapi gara-gara kebijakan tax amnesty (pengampunan pajak) yang diterapkan pemerintah, negara tetangga itu sempat menjadi risau.

Mereka takut, jika Indonesia sukses menerapkan tax amnesty, maka banyak penduduk Indonesia yang menarik dananya dari Singapura (merepatriasi), sehingga menyebabkan perekonomian Singapura goyah.

Namun nyatanya, yang terjadi tidak demikian. Berdasarkan catatan dari Credit Suisse, perusahaan manajemen investasi dunia, hanya sekitar USD 9,8 miliar (sekitar Rp127 triliun) aset yang dipulangkan dari total aset USD 184 miliar (sekitar Rp2.385 triliun).

Meski tak merosot, tax amnesty juga tidak membuat pembelian properti di Singapura oleh WNI (Warga Negara Indonesia) naik. Berdasarkan laporan Urban Redevelopment Authority (URA), data yang ada sampai tanggal 20 September 2016 menyatakan bahwa Indonesia membeli sekitar 136 unit premium dari 1.844 pembeli Core Central Region (CCR).

BACA JUGA : Mengetahui Harga Jasa Arsitek dan Desainer Interior

“Pembelian properti asing di Singapura mencangkup sekitar 33 persen dari total sales CCR (YTD). Sementara masyarakat Indonesia sendiri cuma turun sekitar 2,6 persen dari rata-rata 10 persen sepanjang sejarah, atau menjadi 7,4 persen (total sales),” tulis URA laporannya.

Tidak hanya itu, bersama India dan Tiongkok, Indonesia juga memiliki kontribusi dalam pembelian 50 persen properti Cairnhill Nine dari total 215 unit yang ditawarkan.

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me