Properti di Indonesia Masih Menggiurkan Bagi Investor Asing

Big Banner

Kendati properti nasional masih mengalami penurunan di berbagai sektor, namun tampaknya Indonesia masih memiliki daya tarik tersendiri. Terbukti, berbagai investor asing masih getol menginvestasikan uangnya di sektor properti Indonesia.

Berdasarkan laporan dari badan riset dan konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL), untuk sektor perkantoran misalnya, secara umum masih mengalami penurunan harga 2,5 persen untuk kelas A dan Premium.

“Harga untuk kondominium cenderung stagnan, begitupun untuk pasar ritel. Hanya saja, ada kenaikan aktivitas jika dibandingkan dengan dua kuartal sebelumnya,” tulis JLL pada siaran resminya kepada Rumahku.com.

Vivin Harsanto, Head of Advisory JLL melanjutkan, kelesuan makroekonomi mulai membaik sehingga mampu membawa sentimen positif terhadap bisnis properti secara keseluruhan. Hal itu lalu membuat para pelaku di bisnis tersebut memikirkan banyak strategi baru. Hasilnya, persaingan di berbagai sektor jadi kian kompetitif.

Sementara itu, Todd Launchlan selaku Country Head JLL Indonesia mengatakan, terlepas dari kelesuan makroekonomi dalam beberapa tahun terakhir, investor asing masih aktif mengindikasikan bahwa pasar properti Indonesia memiliki daya tariknya tersendiri.

“Investor asing yang berasal dari Hongkong, Singapura, China, Jepang, dan Korea secara konsisten masih menaruh minat yang cukup tinggi terhadap properti di Indonesia,” tukasnya.

BACA JUGA : Bekasi dan Tangerang Jadi Target Incaran Gedung Ritel

Ia melanjutkan, untuk sektor ritel, pusat perhatian ada di kota sekunder dan tersier di seluruh Indonesia, sementara perkantoran untuk daerah CBD, sedangkan pasar kondominium masih menjadi target dari beberapa investor yang ada di daerah Jakarta.

“Kami yakin, dalam beberapa bulan ke depan, sejumlah aktivitas yang terjadi akan menstimulasi bisnis properti ke arah yang lebih baik,“ tutupnya.

rumahku.com