Suplai Perkantoran Masih Tinggi, Okupansi Menurun

Big Banner

Berdasarkan data yang diterima oleh badan survei dan konsultan properti, Colliers International, suplai bangunan perkantoran masih sangat tinggi. Hal itu kemudian menyebabkan okupansi sektor perkantoran merosot.

Dari total 5,2 juta m2 perkantoran yang eksisting, kabarnya akan ada penambahan supply menjadi sekitar 7,3 juta m2 hingga tahun 2019 mendatang. Artinya, sebanyak 2,1 juta m2 akan tumbuh dalam kurun waktu kurang dari 3 tahun.

“Penambahan lahan kantor kemudian memberi dampak penurunan tingkat okupansinya. Setidaknya hal itu akan terus terjadi hingga akhir tahun 2019,” kata Ferry Salanto, Associate Director Colliers kepada Rumahku.com.

Padahal jika dilihat ke belakang, yakni pada tahun 2014 dan seterusnya, okupansi perkantoran tak pernah kurang dari 92 persen.

Hasilnya, harga perkantoran sewa anjlok menjadi sekitar Rp330 ribuan per bulan per meter persegi untuk kawasan CBD, dan Rp220 ribuan per bulan per meter persegi untuk yang diluar CBD.

BACA JUGA : Lakukan 4 Hal Ini Ketika KPR Macet

Tidak hanya itu, penurunan tingkat okupansi dan banyaknya suplai juga membuat persaingan rent office kian ketat. Stok yang berlebih ditambah dengan ekonomi yang belum membaik merupakan salah satu penyebab utamanya.

“Akhirnya terjadi tenant market, mereka punya bargaining power yang lebih tinggi. Tenant memiliki banyak pilihan untuk melakukan relokasi ke gedung baru, karena biasanya gedung baru memiliki tawaran harga yang lebih bisa diterima dengan kualitas fasilitas yang lebih baik,” tutupnya.

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me