Mengapa Beli Rumah Harus Disegerakan?

Big Banner

Jika bertanya tentang kapan waktu yang tepat untuk membeli rumah, beberapa financial planner menyarankan agar hal tersebut dilakukan sesegera mungkin. Alasannya, rumah merupakan kebutuhan penting yang harus dimiliki oleh setiap keluarga agar dapat tinggal dengan nyaman dan terlindungi.

Meskipun untuk sekadar tinggal tidak harus memiliki rumah sendiri, rumah merupakan instrumen investasi yang juga tepat. Dua pakar financial planner, yakni Aidil Akbar dan Mada Aryanugraha mengatakan bahwa inflasi properti selalu berada di atas inflasi mata uang.

“Sekarang instrumen investasi sudah ada banyak, namun keuntungannya kalah dengan inflasi. Sedangkan properti, rata-rata kenaikannya 15 persen per tahun di atas inflasi mata uang,” ucap Mada saat dijumpai oleh tim Rumahku.com di Hotel Alila, Pecenongan, Jakarta.

Tak berbeda dengan Mada, Aidil pun berpendapat demikian, sekalipun masalah yang paling umum dihadapi adalah apakah orang tersebut mampu membayar uang muka atau Down Payment (DP) atau tidak.

“DP yang jadi masalah utama, setidaknya ia harus memikirkan lebih dulu, pendapatannya berapa dan kemampuan cicilan per bulannya berapa? Setelah itu, kumpulkan uang untuk DP yang sekiranya sesuai dengan cicilan yang telah disanggupi. Tentunya dengan ditambah dengan asumsi inflasi yang terjadi, karena harga rumah tiap tahun naik,” papar Aidil.

Ketika sudah memiliki rumah, keputusan berikutnya adalah memutuskan untuk ditinggali atau tidak. Jika hanya mampu membeli rumah yang letaknya jauh, maka pembeli harus bisa menerima konsekuensi jarak tempuh ke kantor. Atau, Anda sewa rumah di dekat kantor dan mengontrakkan rumah yang sudah dibeli itu.

“Rumusnya, harga sewa rumah kita tidak boleh jauh lebih tinggi dari rumah yang kita kontrakkan kepada orang lain. Tujuannya agar cicilan per bulan kita tidak berat, apalagi kalau rumah tersebut masih KPR. Meski kualitas rumah yang kita sewa nantinya lebih buruk (karena ada di pusat kota namun harganya sama dengan di pinggir kota), tapi itu juga konsekuensi yang harus dihadapi,” tegas Mada.

BACA JUGA : Cara Selesaikan Sengketa Tanah Tanpa Pengadilan

Mengakhiri obrolan, Aidil kembali menanggapi bahwa setidaknya jika sudah memiliki rumah, berarti orang tersebut sudah memiliki aset yang bisa dijual lagi di kemudian hari dengan harga yang tentunya sudah naik.

“Jika sekarang rumah di Depok misalnya harganya Rp300 jutaan dan Anda mampu membelinya, maka jangan terlalu menunggu lama, karena 3 – 5 tahun lagi, harga segitu tentu sudah tidak berlaku,” tutupnya.

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me