Pengembang Diminta Terapkan Pola Hunian Berimbang di Kota Baru Maja

Big Banner

Lewat Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) meminta para pengembang yang berinvestasi di kota Maja agar membangun pola hunian berimbang. Tujuannya adalah untuk menarik minat masyarakat bertempat tinggal di area tersebut.

“Kementerian PU-Pera akan mendorong pengembang yang membangun rumah di Kota Baru Maja agar mau membangun rumah dengan pola hunian berimbang,” kata Irma Yanti, Direktur Rumah Umum dan Komersial Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PU-Pera.

Lebih lanjut lagi, Irma memaparkan bahwa Kota Baru Maja memiliki potensi yang baik sebagai perumahan dan pemukiman masyarakat dikarenakan tanah kawasan tersebut yang memang tidak produktif.

Pemerintah memang sudah berencana membangun Maja sejak tahun 2005, namun nyatanya, pelaksanaan di lapangan tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan. Padahal beberapa pengembang besar dan perusahaan BUMN telah siap membangun rumah di kawasan tersebut.

“Selama ini pengembang beralasan bahwa hunian berimbang sulit direalisasikan karena harga lahan yang tinggi. Namun tanah yang ada di Kota Baru Maja tidak terlalu tinggi, jadi tentu bisa dilaksanakan. Ini tantangan yang harus diselesaikan bersama-sama,” tukas Irma.

BACA JUGA : Tidak Ideal, Peraturan Hunian Berimbang Digugat

Program hunian berimbang pada dasarnya dicetuskan untuk memberi kesetaraan masyarakat dalam bertempat tinggal. Jadi pengembang tak hanya membangun rumah mewah, tapi juga ada rumah sederhananya.

Sebagai tambahan informasi, Kota Baru Maja sendiri terletak di tiga daerah, yakni Kabupaten Tangerang, Kabupaten Lebak yang berada di Provinsi Banten, dan Kabupaten Bogor. Luas Kota Baru Maja sendiri diperkirakan akan lebih dari 10.000 hektare.

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me