Tidak Bagi Dividen Meski Cetak Kenaikan Laba, Saham LAMI Kurang Diminati

Big Banner

PT Lamicitra Nusantara Tbk. (LAMI) merupakan salah satu perusahaan properti yang berpusat di Surabaya yang selain mengerjakan pembangunan perumahan dan pusat perbelanjaan juga membangun kawasan industri di pelabuhan Tanjung Emas .  Kinerja perseroan ini cukup mengesankan pasar bursa namun tahun ini LAMI tidak membagikan dividen meski laba usaha meningkat di tahun 2013.

Pada tahun 2013 LAMI  mendapatkan revenue yang menyusut dari tahun sebelumnya dari Rp. 132.2 miliar ke Rp. 123.7 miliar, namun perseroan tetap mendapatkan laba bersih yang meningkat  dari Rp. 30.4 miliar  ke Rp. 39.7 miliar.  Selain itu pada kuartal pertama tahun 2014,emiten telah membukukan keuntungan bersih sebesar Rp 12.2 miliar atau Rp 10.58 per lembar saham,meningkat  80% dibandingkan dengan kuartal pertama di tahun 2013 yang sebesar Rp 6.8 miliar atau Rp 5.95 per lembar saham.

Hal ini didukung karena efisisensi yang meningkat dimana saat pendapatan usaha meningkat dari Rp 25.5 miliar rupiah di kuartal 1-2013, menjadi Rp 35.17 miliar di kuartal 1-2014,COGS justru menurun 3% yang tadinya di kuartal 1-2013 sebesar Rp 9.1 miliar menjadi Rp 8.81 miliar. Karenanya kini LAMI memiliki kondisi keuangan yang aman,dimana rasio DAR dan DER sebesar 0.02 .Rasio ini menurun dari akhir tahun 2013 yang rasio DAR dan DER nya sebesar 0.03.

Dari rasio utang terhadap EBITDA,emiten masih dalam kondisi yang cukup bagus dimana rasio menunjukan pada angka 0.46,setengah dari pendapatan EBITDA bisa membayar utang tersebut. Dan dari lantai bursa saham dilaporkan saham ini sedang bergerak dalam trend bearishnya, hari Rabu (2/7) saham dibuka sama dengan perdagangan sebelumnya di posisi 211 dan jelang akhir sesi saham masih belum diperdagangkan.

Dan secara teknikal,indicator stochastic mendekati level overboughtnya.Indikator adx juga menunjukan +di di level 13 dan –di level 33. Sementara itu,chart sedang menyentuh garis bawah Bollinger band. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting  menyarankan untuk HOLD di karenakan pergerakan saham yang kurang begitu aktif sehingga indicator-indikator sulit untuk membentuk pola dan susah untuk di prediksi.

 

Ramzi Haidar/ Analyst Economy Research at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens
image: Wikimedia

vibiznews.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me