Djarot Berharap Pengembang Bangun Rumah Vertikal

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemenuhan perumahan masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah.

Termasuk di Provinsi DKI Jakarta yang memiliki luas dan penduduk terbesar, belum bisa menyediakan perumahan untuk warganya.

“Kebutuhan pangan kita belum berdaulat, sebagian masih impor. Papan juga masih ada yang tinggal di kolong jembatan. Indonesia sudah 71 tahun merdeka lho,” ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat sambutan acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD REI DKI Jakarta 2016, di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (28/10/2016).

Dia mengakui, pemerintah belum dapat memenuhi dua kebutuhan pokok tersebut. Sementara jika suatu negara ingin merdeka sepenuhnya, ada 3 kebutuhan yang perlu dipenuhi, yakni sandang, pangan, dan papan.

Dari tiga kebutuhan ini, baru sandang yang telah terpenuhi. “Untuk DKI Jakarta, kita sadari kebutuhan perumahan masih sangat banyak. Masih banyak warga kita yang tinggal di rumah-rumah yang tidak layak,” kata Djarot.

Ia menambahkan, rumah yang tidak layak ini memudahkan penghuninya terserang penyakit atau banjir.

Rumah tidak layak ini masih ada di bantaran sungai, kolong jembatan, kolong tol, dan tempat yang tidak selayaknya satu bangunan berdiri lainnya.

Masalah utama pemenuhan rumah, khususnya di Jakarta, tambah Djarot, salah satunya diakibatkan keterbatasan lahan.

Untuk itu, ia berharap para pengembang bisa membangun secara vertikal, karena lahan sudah tidak bisa lagi dibangun secara horisontal.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me