Apartemen di Cikarang Oversupply

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, menjadi pusat pembangunan properti paling semarak di timur Jakarta. Hal itu didorong banyaknya kawasan industri dengan ribuan perusahaan di dalamnya. Selain perumahan yang menyolok pertumbuhannya apartemen. Properti yang dibangun untuk meladeni karyawan industri yang jumlahnya sangat banyak termasuk ribuan pekerja asing terumata dari Jepang dan Korea. Setidaknya di Cikarang ada sepuluh proyek apartemen, delapan diantaranya masih dipasarkan. Beberapa di antaranya dirancang khusus untuk pekerja asing (ekspatriat).

Apartemen The Oasis

Apartemen The Oasis

Namun pertumbuhan apartemen itu dinilai sudah berlebihan (oversupply). Konsumennya enduser dan tidak sedikit kalangan investor yang akan menjual dan menyewakan. Saat ini pasar sewanya cukup bagus karena suplainya belum banyak. Harga sewanya juga tinggi. Tapi beberapa tahun ke depan persaingannya sangat ketat ketika beberapa apartemen tersebut selesai dibangun.

“Penawaran unit apartemen khususnya di Cikarang  sudah terlalu banyak (oversupply). Potensi sewanya saya kira tidak sebesar yang disebutkan 2.000-3.000 dolar AS per bulan. (Kalau benar) itu sama dengan sewa apartemen di kawasan CBD Jakarta,” ujar Ferry Salanto, Head of Research PT Colliers International Indonesia (CII),  kepada housing-estate.com di Jakarta, Selasa (18/10).

Ferry mengakui pembangunan infrastruktur dan fasilitas di Cikarang sangat pesat. Namun data yang didapat Colliers dari beberapa perusahaan Jepang yang menjadi kliennya mereka tetap memilih Jakarta sebagai tempat tinggal.  Pilihan huniannya di Senayan, Kemang, Kebayoran Baru, dan beberapa wilayah lain di sekitar Jakarta Selatan. Kawasan favorit orang Jepang itu fasilitasnya sangat komplit dan belum bisa diperoleh di Cikarang. Karena itu mereka memilih ulang-alik Jakarta-Cikarang ketimbang harus menetap di dekat tempat kerjanya di Cikarang.

“Bayangkan nanti tahun 2020 jika seluruh apartemen itu jadi pasar sewanya akan sangat ketat.  Kalau suplainya banyak sementara pasar atau size-nya segitu saja bisa repot. Padahal  cicilan dan cost-nya jalan terus, makanya investor harus lebih hati-hati,” pungkasnya.

housing-estate.com