PROPERTI CHINA: Ini Efek Strategi Pemerintah Tiongkok Tangkal Housing Bubble

Big Banner

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar properti China menunjukkan tanda-tanda pendinginan sementara, sejalan dengan upaya pihak otoritas meningkatkan langkah batasan pembelian rumah demi menghindari gelembung perumahan (housing bubble).

Berdasarkan laporan Biro Statistik Nasional China (National Bureau of Statistics), seperti dikutip Bloomberg (Jumat, 21/10/2016), harga rumah baru – selain rumah subsidi pemerintah – naik di 63 dari 70 kota yang terdaftar oleh pemerintah pada September.

Angka tersebut turun dari 64 kota pada Agustus. Adapun, enam kota lainnya mencatatkan penurunan harga dan satu kota tidak mengalami perubahan.

Dalam pernyataannya, biro statisktik tersebut menjelaskan pasar real estate sepertinya mendingin pada Oktober akibat penerapan langkah batasan di kota-kota lapis pertama dan kedua.

Harga rumah baru di Shenzhen, pasar properti terpanas China, turun 0,3% pada pertengahan Oktober dibandingkan dengan sebulan sebelumnya. Sementara itu, harga rumah di kota lainnya turun di kisaran 1%-3,8%.

Pemerintah lokal sebelumnya telah memperkenalkan langkah batasan properti di setidaknya 21 kota, di antaranya melalui syarat down payment yang lebih besar serta pembatasan pembelian hunian untuk menurunkan harga.

“Pembatasan tersebut hanya bertujuan untuk menahan kepanikan dalam pembelian rumah serta membendung gelembung, alih-alih mengungkung pasar properti. Kemungkinan adanya penurunan harga rumah itu rendah,” ujar Wang Tao, Kepala Ekonom China UBS Group AG.

 

properti.bisnis.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me