Jucy Snooze, Hotel Kapsul Pertama di Selandia Baru

Big Banner

SELANDIA BARU, KOMPAS.com – Selandia Baru resmi memiliki hotel kapsul pertama, tepatnya di Kota Christchurch dan akan resmi dibuka untuk umum pada 1 November 2016 mendatang.

Konsep ‘akomodasi mikro’ pertama di Selandia Baru ini dioperatori oleh Jucy yang juga merupakan penyedia layanan untuk berlibur di Negeri Kiwi tersebut.

Christchurch yang dipilih sebagai lokasi hotel kapsul ini berada merupakan kota kedua terbesar di Selandia Baru.

Sebanyak 271 tempat tidur disediakan di dalam hotel kapsul yang diklaim memiliki biaya terjangkau untuk wisatawan menginap dalam waktu singkat atau sedang transit dan ingin beristirahat setelah perjalanan jarak jauh.

Penginapan kapsul serba lengkap ini memiliki loker penyimpanan yang dilengkapi dengan persediaan listrik serta konektivitas WiFi.

Hotel kapsul bernama Jucy Snooze ini dibuat memanfaatkan teknologi yang memungkinkan pelanggannya melakukan check in dan check out melalui gawainya dengan tujuan untuk menghindarkan antrian.

Keberadaan Jucy Snooze ini telah menarik minat wisatawan dan diklaim telah mendapatkan 600 pemesanan yang datang dari berbagai negera selama satu bulan sebelum peluncuran resminya.

Pemilik berkeinginan untuk menantang layanan tradisional yang biasa diberikan sebuah hostel. Mereka merancang ulang konsep tersebut dan menghilangkan batasan yang ada.

“Contohnya, salah satu riset kami menemukan bahwa hotel secara tidak sengaja menyebabkan kesulitan bagi staf dalam penerimaan tamu atau memaksa para tamu untuk mengosongkan kamar pada waktu yang sama,” jelas Chief Executive Officer (CEO) Jucy Snooze Tim Alpe, dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (21/10/2016).

Ketika tamu mengantri, lanjut Tim, hal itu mengurangi tingkat kepuasan mereka sebagai pelanggan.

Oleh sebab itu, Jucy Snooze hadir sebagai penginapan yang mengutamakan efisiensi dan kenyamanan dalam impresi pertamanya.

Pangsa pasar utama Jucy Snooze merupakan para backpackers. Selain itu, dengan tata letak ruang yang telah diatur sedemikian rupa membuat penginapan ini juga cocok bagi wisatawan dengan bujet terbatas, keluarga, dan juga para baby boomers.

Untuk bisa menginap di hotel kapsul Jucy Snooze, pengunjung atau tamu tak perlu merogoh kocek dalam-dalam, yakni hanya sebesar 39 dollar Selandia Baru atau sekitar Rp 353.000 per malam.

“Harga tersebut menawarkan fleksibilitas dalam mengakomodasi
wisatawan yang memerlukan tempat bermalam, atau menghemat uang mereka yang hanya ingin tidur beberapa jam sambil menunggu penerbangan selanjutnya,” pungkas Tim.

–– ADVERTISEMENT ––

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me