Ditengah Peliknya Perekonomian, Bisnis Properti Australia Tetap Melaju

Big Banner

Seperti yang kita ketahui, Australia sedang menghadapi sebuah tantangan yang cukup besar dalam perekonomian dimana kepercayaan konsumen terhadap iklim bisnis dan investasi di Negara ini terpantau mulai melemah.

Lonjakan pasar properti terjadi disebabkan banyak orang kaya Tiongkok, yang melakukan investasi di pasar properti Australia karena Australia telah lama menjadi pilihan terbaik bagi warga Tiongkok.

Saat ini Tiongkok mengirimkan lebih banyak uang ke luar negeri dibandingkan negaranya sendiri sehingga terjadi kebocoran dalam jumlah besar, bahkan warga Tiongkok dapat lakukan transfer sebesar USD 50.000 setiap tahunnya.

Data dari Investasi asing Australia bahwa sumber penanaman modal asing Australia berasal dari sektor properti dari negara Tiongkok hingga mencapai USD 5,58 miliar pada tahun 2013 dan bahkan meningkat 41% dari tahun lalu.

Tiongkok di perkirakan akan mengalami pertumbuhan tahunan sebesar 20% pada investasi real estate, naik dari USD 11,5 miliar tahun lalu, hal ini mendorong permintaan Tiongkok terhadap properti Australia sebesar 15% selama 12 bulan kedepan.

Proyeksi pembangunan apartemen di Australia diperhitungkan akan mencapai rekor pada tahun 2017 dan akan terus meningkat sampai 2020.

Hal inilah yang membuat para pengamat yakin ke depannya akan terjadi booming di sektor konstruksi perumahan akan menyerap lebih banyak tenaga kerja yang sudah banyak menganggur sebagai dampak dari lesunya sektor tambang. RBA memproyeksikan investasi perumahan ke depannya akan berkontribusi cukup besar terhadap PDB Negara ini.

 

Tara/Journalist/VM/VBN
Editor : Tania Tobing
image : wikipedia

vibiznews.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me