Target Sejuta Rumah Tidak Pernah Tercapai

Big Banner

BOGOR, KOMPAS.com – Pemerintah mencanangkan Program Satu Juta Rumah sejak 2015. Kala itu, mulainya program ini ditandai langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan pencanangan rumah susun di Semarang.

Namun, meski telah memasuki tahun kedua program, Sejuta Rumah tidak pernah benar-benar bisa tercapai.

Menurut Ketua Asosiasi Pengembang perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Eddy Ganefo, sebaiknya Sejuta Rumah jangan dijadikan target.

“Program Sejuta Rumah kalau dijadikan target, ngga pernah tecapai. Sejuta rumah bukan target tapi itu semangat. Dengan semangat ini perumahan ada peningkatan,” ujar Eddy saat diskusi “Menilik Paket Kebijakan Ekonomi Jilid XIII, Apakah Mampu Mendorong Program 1 Juta Rumah?”, di Sentul City, Bogor, Sabtu (22/10/2016).

Menurut Eddy, jika Sejuta Rumah dianggap sebagai target, pemerintah akan membuat laporan seolah-olah program ini berhasil.

Tahun lalu, pemerintah melaporkan rumah yang terbangun mencapai 700.000 unit. Padahal, kata Eddy, kenyataannya, rumah yang terbangun di lapangan tidak sampai 700.000 unit.

“Progress hunian yang sudah akad itu yang boleh dihitung. Kalau pengembang baru ambil kredit konstruksi, ngga boleh dihitung. Tahun lalu, itu dihitung,” tutur Eddy.

Ia menambahkan, konstruksinya sendiri bisa memakan waktu 2-3 tahun. Namun, itu juga belum tentu dibangun.

Selain itu, dikhawatirkan, kredit konstruksi di tahun 2015 dihitung kembali menjadi laporan kredit pada 2016.

“Supaya bisa evaluasi. Kalau laporannya dibuat seperti itu, jadinya pencitraan. Sampai presiden pun pencitraan, padahal dia cuma terima laporan bawahannya,” imbuh dia.

–– ADVERTISEMENT ––

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me