Material Bekas Stadion Jadi Dompet dan Halte

Big Banner

KOMPAS.com – Arsitek di Indianapolis, Amerika Serikat memberikan stadion olahraga “kehidupan kedua” menjadi proyek-proyek yang melayani masyarakat.

Michael Bricker dibesarkan di Indianapolis dan mendapat gelar master dalam arsitektur di Texas.

Pada tahun 2008, ia pindah kembali ke kota tua, di mana pembongkaran tengah dimulai pada RCA Dome.

Saat ia melewati situs tersebut setiap hari, Bricker bertanya-tanya apa yang akan terjadi pada kain sebagai atap stadion.

Dia memperkirakan bahwa jika sekarang sebuah perusahaan mencoba dan menginstal kain ini di suatu tempat, mungkin biaya yang dikeluarkan setidaknya 10 juta dollar AS atau Rp 129.87 miliar.

Bricker akhirnya meyakinkan perusahaan pembongkaran untuk menyimpan kubah tersebut. Ia pun mendirikan organisasi nirlaba People for Urban Progress (PUP).

Bekerja dengan desainer lokal, mereka menciptakan tas dan dompet menggunakan beberapa kain kubah yang tahan lama.

Dompet dari kain atap stadion

Tahap pertama dari penjualan 1.000 buah tas dan dompet menghasilkan 70.000 dollar AS (Rp 909 juta).

Setengah dari uang tersebut untuk menutupi biaya pembuatan, dan setengahnya disalurkan ke proyek-proyek masyarakat.

Tas ini awalnya direncanakan sebagai oleh-oleh untuk para penggemar olahraga lokal. Tetapi, minat aksesoris dari kain stadion telah menyebar ke luar Indiana.

Model PUP adalah dengan menggunakan pendapatan dari produk yang mereka jual, bersama dengan beberapa sumbangan dan hibah kecil, untuk menyelamatkan sisa stadion lainnya.

Hasil penjualan tersebut juga digunakan untuk mendanai proyek-proyek masyarakat.
Menggunakan bahan dari atap tersebut, mereka membangun beberapa kanopi teduh di taman dan kebun perkotaan.

Ketika Stadium Indianapolis Bush dihancurkan pada 2012, PUP menyelamatkan 9.000 kursi.

Beberapa dari mereka dijual ke fans yang kemudian hasil penjualan digalang untuk menambahkan bangku di halte bus yang tidak memiliki tempat duduk. Sekarang ada 50 “Pupstops” yang sudah tersedia.

Kursi halte bekas stadion

Bricker mengatakan kelompok ini memanfaatkan kekuatan dari fandom dan nostalgia untuk merayakan kota.

“Halte transit sering dirancang untuk tidak terlihat,” katanya. Namun, dengan kursi bisbol, halte ini menjadi mengesankan perhatian ke sistem bus. Orang-orang juga dapat menggunakannya sesuai kebutuhan mereka.

PUP juga bekerja pada membuka Fabrik Bank atau bank kain.

Di tempat ini, mereka menyimpan bahan-bahan, termasuk lima mil dari spanduk dan kain lain yang digunakan untuk Super Bowl pada tahun 2012. Kain-kain ini saat bermanfaat untuk penggunaan umum.

 

–– ADVERTISEMENT ––

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me