Nelayan dan Pengungsi di NTT Bakal Dapat RISHA

Big Banner
Foto: iStock Photo

Pembanguan 285 unit rumah khusus di kawasan perbatasan Indonesia dan Timor Leste, penyelesaiannya telah mencapai 80 persen. Rumah yang nantinya diperuntukkan bagi masyarakat asli Belu dan Eks pengungsi Timor-Timur.

Kesemuanya tersebar i beberapa desa. Adalah 100 unit di Desa Silawan, 135 unit di Desa Dualaos, dan 50 unit Desa Fatuketi, semuanya berada di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga: Teknologi RISHA untuk Bangun 50 Rumah Warga Miskin di Tangerang

Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR melakukan pembangunan ini menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana (Risha) milik Balitbang, Kementerian PUPR. Pembangunan diharapkan rampung pada 30 November mendatang dengan anggaran sebanyak Rp47 miliar.

“Selain di NTT, pembangunan rumah khusus nelayan di Jepara oleh Kementerian PUPR juga menggunakan teknologi Risha,” kata Kepala Balitbang, Danis H Sumadilaga, Jakarta, Jumat (21/10).

Baca juga: Infrastruktur Daerah Perbatasan, Jadi Fokus Pemerintah

Rumah nelayan di Jepara tahun ini dibangun sebanyak 30 unit. Berukuran 58 meter persegi dan terdiri dari dua lantai.  Rumah tersebut bisa difungsikan sebagai tempat kerja, sekaligus hunian.

Pembangunan rumah khusus termasuk dalam Program Sejuta Rumah yang dicanangkan pemerintah. Program ini diharapkan dapat mengurangi backlog hingga 6,8 juta unit pada 2019, di mana sebelumnya sebanya 13,5 juta pada 2014. (Vri)

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me