Apartemen Borneo Bay City Terjual 70 Persen

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Pengembang properti PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) melakukan ekspansi usaha ke luar Jawa, tepatnya di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Di kota dengan julukan Banua Patra ini, APLN mengembangkan kawasan dengan konsep multifungsi bertajuk Borneo Bay City.

Karena berkonsep muktifungsi, kawasan ini bakal diisi dengan berbagai jenis properti, mulai dari mal, residensial, hotel, taman, dan pusat kuliner.

Untuk apartemennya sendiri, APLN merencanakan pembangunan 7 menara dengan total 1.220 unit. “Sekarang sisa 400-an unit lagi, berarti 70 persen sudah terjual,” ujar Assisten Vice President Marketing PT Pandega Citraniaga Alvin Andronicus di APL Tower, Jakarta, Rabu (26/10/2016).

Ia menuturkan, hunian vertikal sekarang sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat di kota-kota besar seperti Balikapapan.

Saat ini, tinggal di rumah tapak sudah sulit untuk diterapkan mengingat lahan-lahan yang terbatas.

Di Balikpapan, ia mengklaim, APLN merupakan pengembang pertama yang mempopulerkan hunian vertikal. Meski demikian, APLN perlu melakukan edukasi soal hunian vertikal tersebut.

“Kita memang mengedukasi pasar dulu. Tapi terbukti pada Juli 2013, harga apartemen per meter perseginya Rp 18 juta. Sekarang, sudah Rp 23 juta-Rp 26 juta per meter persegi,” tutur Alvin.

Apartemen ini terdiri dari beberapa tipe, mulai dari studio dengan ukuran 31,2 meter persegi, 1 kamar tidur dengan 41,4 meter persegi dan 48,1 meter persegi, 2 kamar tidur seluas 55,4 meter persegi dan 65,5 meter persegi, serta tipe 3 kamar tidur seluas 93,2 meter persegi.

Menurut Alvin, tipe Studio sudah terjual habis sehingga tinggal tersisa tipe 1-3 kamar tidur.

–– ADVERTISEMENT ––

properti.kompas.com