Survei Rumah123 : Datang ke Lokasi Hunian Menjadi Keharusan

Big Banner
Foto: iStock Photo

Harga properti terus merangkak naik, bahkan kenaikannya mencapai 10 persen per tahun. Investasi properti menjadi penting.

Rumah123.com yang merupakan bagian dari REA Group kembali memaparkan hasil survei semester II/2016 terkait sentimen terbaru perilaku masyarakat Indonesia mengenai industri properti.

Baca juga: Konon, Tangerang Bagus Untuk Investasi Properti. Buktinya?

Hasil survei dimulai dengan pengeluaran dalam kurun waktu enam bulan ke depan. Masyarakat Indonesia memiliki dua konsentrasi pengeluaran terbesar yaitu properti dan pendidikan, sebanyak 60,5 persen di antaranya aktif mencari properti.

Suami dan istri sama-sama berinisiatif mencari properti. Sebanyak 70,8 persen menempatkan laki-laki sebagai pihak yang aktif mencari properti. Sementara perempuan memiliki pendapat yang lebih merata dibandingkan laki-laki.

Masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan umum ketika mulai mencari properti, dengan menggunakan kata kunci “lokasi, harga, dan desain”. Berdasarkan analisis, masyarakat yang mapan dari segi umur, tidak lagi mementingkan desain dan harga. Mereka cenderung terfokus pada lokasi, tetapi sebaliknya orang-orang yang masih muda akan mencari properti dengan kata kunci desain.

Baca juga: Buruan Ajuin KPR Non Subsidi, Lagi Turun Bunganya Nih!

Properti apa yang menjadi preferensi utama? Landed house alias rumah tapak menjadi pilihan sebanyak 88,6 persen. Properti seperti kantor, ruko, atau kawasan komersial juga diincar dan menempati posisi kedua jenis properti paling diminati.

Hasil lainnya yang terungkap adalah para pembeli memiliki perilaku umum mendatangi beberapa lokasi hunian yang dilirik sebelum memutuskan membeli. Sebanyak 78,05 persen menunjukkan tren itu, sedangkan keputusan yang diambil ketika mengunjungi pameran hanya 12,76 persen.

Yang tidak kalah menarik adalah terungkapnya fakta bahwa ada tiga faktor utama penghalang masyarakat untuk membeli properti. Pertama, belum cukup uang untuk membayar uang muka. Kedua, tidak mampu menemukan properti di lokasi yang diinginkan. Ketiga, pendapatan yang belum mencukupi untuk menutupi pembayaran kredit perumahan (KPR).

“Ke depannya masyarakat Indonesia diharapkan akan semakin teredukasi bahwa semakin lama menahan diri membeli rumah, berarti akan merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan hunian di lokasi dan luasan sesuai keinginan,” kata Country General Manager Rumah123.com, Ignatius Untung, dalam acara pemaparan hasil Sentiment Survey H2/2016 di Jakarta, Rabu (26/10).

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me