“Indonesia Infrastructure Week” Siap Digelar November 2016

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Pembangunan infrastruktur oleh pemerintah diyakini membutuhkan biaya yang sangat besar dan tak melulu sanggup dibiayai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan bahwa hingga 2019 mendatang, biaya yang dibutuhkan untuk membangun infrastruktur adalah sebesar Rp 5.519,4 triliun.

Dari estimasi tersebut, APBN diperkirakan hanya mampu membiayai sekitar 40 persen atau senilai Rp 2.215,6 triliun. Hal tersebut masih jauh dari kata cukup untuk menutupinya.

Oleh sebab itu, peran swasta dalam berinvestasi dibutuhkan guna memenuhi pembiayaan pembangunan proyek-proyek infrastruktur. Berbagai upaya juga telah dilakukan untuk meningkatkan iklim investasi dalam negeri dan menarik investor asing masuk ke Indonesia.

Selain memangkas jumlah perizinan yang dibutuhkan dan mempersingkat proses pengajuan perizinan, pemerintah terus mengkaji berbagai kemudahan yang dapat diberikan kepada investor.

“Besarnya pendanaan yang dibutuhkan dalam membangun infrastruktur, peran sektor swasta juga diharapkan semakin meningkat,” jelas Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (26/10/2016).

Kendati demikian, para investor swasta perlu mendapat informasi dan prospek terkait proyek infrastruktur yang saat ini tengah digiatkan pemerintah.

Hal itu penting supaya investor yakin dan mau meletakkan uangnya dalam pembangunan proyek infrastruktur terutama yang berskala nasional.

Berbagai proyek pembangunan infrastruktur yang sedang dan akan dibangun akan ditampilkan dalam Indonesia Infrastructure Week 2016, sebuah ajang pertemuan para pemangku kepentingan di bidang infrastruktur terbesar di Indonesia.

Perhelatan yang akan menghadirkan pameran Konstruksi Indonesia, The Big 5 Construct Indonesia, Indonesia Internasional Infrastructure Conference & Exhibition, Expo Comm Indonesia, dan Airport Security Indonesia tidak saja memamerkan berbagai proyek, produk dan teknologi terkait infrastruktur, namun juga mendiskusikan tantangan dan peluang yang ada.

Event ini memberikan kesempatan bagi para calon investor, pemilik dana, dan institusi keuangan untuk mengenal dan menangkap peluang yang ada di bidang pembangunan infrastruktur,” ujar CEO Infrastructure Asia Alan Solow.

Indonesia Infrastructure Week 2016 akan digelar pada 9-11 November 2016 di Jakarta Convention Center.

Konferensi dan pameran ini diikuti sekitar 600 peserta yang berasal lebih dari 20 negara serta mempertemukan pemerintah pusat, daerah dan sektor swasta, akan mendiskusikan isu-isu infrastruktur nasional penting, sekaligus tantangan dan solusi yang dapat mempercepat agenda infrastruktur.

–– ADVERTISEMENT ––

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me