Arsitektur yang Tepat Bikin Bandara Sejuk Tanpa Pendingin Udara

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Arsitektur tidak hanya menawarkan estetika, melainkan juga fungsi. Salah satu fungsi arsitektur yang membawa manfaat terdapat di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur.

“Waktu saya ke Banyuwangi untuk meninjau Blimbingsari, di sana sangat luar biasa. Tidak ada AC (pendingin udara) tapi dingin dan sejuk,” ujar Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Padahal, Banyuwangi dikenal sebagai daerah dataran rendah yang dikelilingi oleh lautan. Hal tersebut membuat iklim atau cuaca di daerah paling timur Jawa Timur ini sangat panas.

Dengan arsitektur yang diperhitungkan, aliran udara di Bandara Blimbingsari menjadi lebih lancar sehingga lebih sejuk.

“Kuncinya adalah kepercayaan pada arsitek. Kita bisa membangun dengan fungsi lebih baik,” kata Triawan.

Ia menambahkan, pembangunan bandara yang dirancang Andra Matin ini tidak terlalu mahal. Banyak material bekas yang diolah kembali sehingga dapat digunakan, seperti kayu ulin.

Selain itu, dengan mengurangi penggunaan pendingin udara, biaya operasional bandara juga lebih rendah.

“Saya rasa arsitek lokal juga mau meninggalkan jejak melalui warisan karyanya. Ini luar biasa, lebih dari uang. Kalau uang bisa dicari lagi di proyek lain,” tandas Triawan.

–– ADVERTISEMENT ––

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me