Triawan Munaf Ingin “Homestay” Indonesia seperti di Inggris

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Selain destinasi dan akses, fasilitas penginapan juga memiliki peranan penting dalam menarik wisatawan. Untuk penginapan, wisatawan memiliki pilihan antara rumah wisata atau homestay dan hotel.

Meski dari sisi harga cenderung berada di bawah hotel, rumah wisata tetap mempunyai pamor tersendiri.

“Saya ingat homestay di Inggris khas sekali. Arsiteknya yang membangun juga dari Inggris,” ujar Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Triawan pun menceritakan pengalamannya menginap di salah satu rumah wisata di Inggris. Kala itu, ia dilayani oleh pemilik rumah yang sudah tua dengan sangat sopan dan terbuka.

Pelayanan ini mencakup berbagai macam, salah satunya sarapan. Bagi Triawan, pelayanan tersebut sebenarnya sederhana, tetapi sangat berkesan.

“Jadi selain kearifan lokal dengan menggaet arsitek lokal, pelayanan homestay di Indonesia harus dinaikkan standarnya. Tidak perlu bertaraf internasional, cukup standar lokal,” kata Triawan.

Menurut dia, pelayanan rumah haruslah dilakukan secara personal. Sedangkan pelayanan hotel kebanyakan lebih impersonal.

Dengan pelayanan personal dan sesuai budaya lokal, wisatawan akan dapat merasakan bagaimana tinggal dengan penduduk dan mengetahui kebiasaan orang lokal.

Hal tersebut dapat meningkatkan pengalaman yang berkesan bagi wisatawan di samping keindahan destinasi yang dikunjunginya.

–– ADVERTISEMENT ––

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me