The Masterpiece Condominium Berikan Kemudahan Pembayaran bagi Konsumen

Big Banner

Jakarta – Kondominium The Masterpiece dan The Empyreal besutan dari Pengembang properti PT Bakrie Swasakti Utama yang berada di kawasan CBD (central business district) Kuningan, Jakarta ini memberikan kemudahan cicilan kepada konsumen dalam acara acara Open House The Masterpiece dan The Empyreal dengan tema Picnic and Barbecue Festival.

“The Masterpiece hunian yang nyaman di kawasan BD Kuningan ini, juga memberikan kemudahan kepada konsumen dengan pembayaran cicilan mudah mulai dari Rp 18 juta per bulan,” kata Divison Head Marketing & Promotion PT Epic Marketing Indonesia, Hermon Simanjuntak, kepada Investor Daily di sela acara Open House The Masterpiece dan The Empyreal di Jakarta, belum lama ini.

Menurut Simon, acara Open House The Masterpiece dan The Empyreal dengan tema Picnic and Barbecue Festival ini, dalam rangka mendekatkan konsumen dan unit unit dari proyek kondominium The Empyreal dan juga Masterpiece. “Kegiatan ini dalam rangka mendekatkan dengan calon dan pembeli kondominum,” kata dia.

Menurutnya, kedua proyek kondominium yang dibangun ini berkonsep modern glamour, dalam rangka memenuhi permintaan pasar kelas menengah atas yang menginginkan mewah di tengah kota dan berada dikawasan CBD Kuningan.

Proyek senilai Rp 600 miliar ini memiliki 460 unit. Dimana The Masterpiece memiliki unit terbatas terdiri dari 200 unit kondominum, sedangkan The Empyreal memiliki 262 unit. Tipe-tipe unit kedua kondominium itu memiliki 1 kamar tidur dengan luas 57,28 meter persegi, 1 kamar tidur plus luas 66,27 meter persegi dan 70,01 meter persegi. Ada tipe 2 kamar tidur dengan luas 83,43 meter persegi sampai dengan luas 105,35 meter persegi, dan ada tipe 3 kamar tidur luas 127,29 meter persegi dan luas 176,38 meter persegi.

Harga saat ini setiap unit di The Masterpiece capai Rp 45 juta per meter persegi dan untuk The Empyreal senilai Rp 41 juta per meter persegi. “Cicilan di kondominum ini juga masih terjangkau di kawasan CBD Kuningan dengan harga Rp18 jutaan per bulannya,” kata dia.

Chief Marketing Officer PT BSU Indra Gunawan, sebelumnya menjelaskan, pihaknya optimis pasar properti pada tahun 2016 ini mengalami pertumbuhan. Hal tersebut bisa dilihat dari tren properti 2016 yang dipaparkan sejumlah konsultan properti dan banyaknya pengembang mulai meluncurkan produk produk untuk kelas menengah atas.

Bahkan dampak dari kebijakan pemerintah memperlonggar aturan terkait properti berdampak positif bagi pengembang termasuk Bakrie yang sedang mengembangkan hunian di kawasan CBD Kuningan. Bahkan Warga Negara Asing (WNA) juga sudah mulai membeli produk properti di kawasan CBD Kuningan ini. “Ada juga WNA (Warga Negara Asing) yang membeli unit kami, tentu menunjukkan properti terutama hunian terus jadi incaran, terutama untuk investasi,” kata dia.

Bahkan, kata dia, merujuk dari catatan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi asing untuk sektor properti di akhir kuartal tahun lalu justru meningkat cukup tajam, setidaknya ada 246 proyek asing dengan nilai investasi sebesar US$ 952,3 triliun.

Kebijakan pemerintah di awal tahun 2016 telah mengeluarkan kebijakan bahwa dana repatriasi yang masuk ke Indonesia hasil dari program tax amnesty akan dialihkan ke sektor ril, termasuk properti.

Industri properti akan mendapat untung dari penerapan tax amnesty ini, karena properti menjadi bagian dari pintu masuk gateway dari dana repatriasi pengampunan pajak.

Investor Daily

Imam Muzakir/FMB

Investor Daily

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me