Menanti Bergeraknya Pasar Rumah Menengah Atas

Big Banner

Tahun 2017 diyakini sebagai momentum pulihnya sektor properti, terlebih untuk properti kelas
menengah ke atas. Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi november menurunkannya dalam rubrik Property On Sale.

Di sebutkan MPI setelah mengalami kelesuan sejak dua tahun lalu, kalangan pengembang berharap pasar properti kalangan menengah ke atas segera membaik. Seperti diketahui, sejak tahun 2014, pertumbuhan properti di kelas ini terus mengalami perlambatan. Tidak seperti kelas menengah ke bawah yang relatif lebih baik.

Sejak awal tahun, pertumbuhan penjualan rumah mewah di Jakarta dan sekitarnya belum bisa melaju kencang. Meskipun penjualan tidak sekencang 4-5 tahun lalu, namun pebisnis properti domestik masih optimistis terhadap ceruk pasar ini Menurut Hasan Pamudji, Associate Director of Consultacy and research Knight Frank Indonesia, faktor yang cukup berpengaruh adalah belum adanya kesesuaian harga antara penjual dan pembeli di properti mewah dalam kondisi lesu seperti ini.

Akibatnya laju pertumbuhan penjualan produk properti mewah ini sedikit terhambat. Namun, keluarnya berbagai kebijakan pemerintah yang mendorong pertumbuhan bisa menjadi indikator akan membaiknya pasar ini. Menurut Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto, kebijakan-kebijakan baru pemerintah tersebut setidaknya membangkitkan kepercayaan pasar.

Mulai dari suku bunga acuan Bank Indonesia yang terus turun hingga 5,25 persen, bunga KPR yang juga turun, serta loan to value sebesar 85 persen. Dengan kebijakan tersebut, pasar properti khususnya untuk kalangan menengah ke atas semakin bergairah dengan peningkatan penjualan.

Ketua Umum Realestate Indonesia (REI), Eddy Hussy menyambut baik langkah otoritas moneter itu. Menurutnya sektor properti di pasar perumahan kelas menengah ke atas tengah mengalami kelesuan akibat perlambatan ekonomi global dan domestik. Bahkan pengembang mengeluhkan anjloknya penjualan rumah di segmen menengah ke atas hingga 30 persen.

“Pasar rumah kelas menengah ke atas penjualannya turun besar sekali. Di kuartal I 2016, para pengembang bilang bisa turun 10-30 persen dibanding periode yang sama 2015,” terangnya. Belum lagi dengan keberhasilan program Tax Amnesty.

“Meski amnesti pajak belum berdampak signifikan dalam waktu singkat, namun hal itu mampu membuat pasar kembali percaya sektor properti akan kembali bangkit,” kata Ferry. CEO Strategic Development & Services Sinar Mas Land Group Ishak Chandra menambahkan keberhasilan program amnesti pajak yang mendatangkan potensi dana untuk properti sekitar Rp 70 triliun, ikut mendorong kegairahan sektor ini.

“Potensi dana ini sebagian telah masuk sektor properti. Kendati properti bukan barang likuid, namun untuk investasi jangka panjang, paling solid,” ujar Ishak seperti dikutip dari Kompas.com. Indikator-indikator ini juga disambut baik oleh Grup Ciputra yang optimistis penjualan rumah mewah akan kembali bergairah.

General Manager Citrasun Garden Trisena Dipayuda kepada Kantor Berita Antara mengatakan, salah satu kebijakan Pemerintah yang berpotensi mendorong investasi di bidang properti adalah program amnesti pajak.

“Amnesti pajak ini sangat membantu. Menurut catatan kan hasilnya luar biasa, baik dari repatriasi maupun deklarasi. Dana-dana ini mau dibawa ke mana kalau tidak diinvestasikan,” katanya.

Pihaknya berharap setelah wajib pajak mengungkap, menebus, dan akhirnya merasa lega karena tidak ada lagi yang perlu disembunyikan, mereka segera melakukan investasi. Selain itu, pihaknya juga menyambut baik penurunan uang muka dan suku bunga bank. Seperti diketahui, penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia yang saat ini berada di level 6,5 persen.

Sedangkan terkait dengan uang muka, di beberapa bank tertentu besaran uang muka bisa mencapai 5 persen dengan pembayaran yang bisa dikredit hingga delapan kali. “Harapannya kondisi ini dapat terus meningkatkan permintaan di sektor properti khususnya untuk tipe menengah atas,” tutup Trisena. MPI MRR (Versi digital MPI dapat diakses melalui http://www.wayang.co.id/index.php/majalah/properti-indonesia atau https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia lebih praktis dan lebih ekonomis hingga 34 %. Edisi cetak juga dapat diperoleh di toko2 buku terkemuka dan agen-agen penjualan koran dan majalah).

mpi-update.com