Bangun Kota Terpadu Senilai 1 Triliun, Saham AKRA Dalam Konsolidasi

Big Banner

Anak usaha dari emiten PT AKR Corporindo Tbk yakni perusahaan properti PT AKR Land Development telah merealisasikan investasi sekitar Rp1 triliun dalam proyek pembangunan kawasan kota terpadu Kawanua International City Manado, Sulawesi Utara. Realisasi investasi tersebut dilakukan secara bertahap sejak 2007 lalu. Adapun, Kawanua International City merupakan proyek perseroan yang dikembangkan dengan konsep kawasan kota mandiri dan direncanakan dibangun secara berkelanjutan dalam 15 tahun sejak 2007 lalu.

Realisasi investasi perseroan juga digunakan untuk pembangunan mall Kawanua City Walk senilai Rp53 miliar serta kawasan perumahan yang terbagi dalam beberapa klaster. Selain itu, perseroan juga telah membangun hotel dengan brand Novotel Manado serta convention centre dengan nilai investasi mencapai Rp340 miliar. Adapun perumahan yang dikembangkan adalah Bukit Kawanua Golf Resort, Casa de Viola serta Grand Casa de Viola dengan total hunian sekitar 3.500 unit berbagai tipe.

Sepanjang semester I-2014, AKRA meraih pertumbuhan laba bersih menjadi Rp 376 miliar atau tumbuh tipis dari periode sama 2013 yang sebesar Rp 350,9 miliar.  Kenaikan tipis laba itu ditopang oleh penjualan AKRA yang tumbuh 6% year-on-year (yoy) menjadi Rp 11,26 triliun di Januari-Juni tahun ini. Bisnis distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) masih menjadi kontributor utama dengan pendapatan senilai Rp 8,89 triliun.

AKRA hanya mampu membukukan kenaikan laba bersih single digit lantaran kian tingginya beban bunga pinjaman yang harus dibayar. Sementara nilai penjualan bisnis distribusi BBM tersebut tumbuh 6,9% dibandingkan semester I 2013 yang Rp 8,32 triliun. Bisnis kimia dasar turut menyokong pendapatan AKRA senilai Rp 1,6 triliun, atau tumbuh 5% yoy dari sebelumnya yang Rp 1,52 triliun.

Sementara kontribusi bisnis lain tercatat turun 1,4% yoy menjadi Rp 769 miliar. Pihak AKRA mengatakan, dari sisi laba kotor dan laba usaha, pertumbuhan kinerja perusahaan sebenarnya masih bagus. Di 6 bulan pertama 2014, laba kotor AKRA memang tumbuh 25,3% yoy menjadi Rp 800,7 miliar, sedangkan laba usaha naik 21,5% yoy menjadi Rp 493,1 miliar.

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham hari Selasa (23/9/14), saham AKRA  dibuka pada level 5,250 dan ditutup di 5225 dalam kisaran  5,200 – 5,250 dan volume perdagangan saham AKRA  mencapai 5,07 juta lot saham.

Analyst Vibiz Research Centre melihat sisi indikator teknikal, harga saham AKRA  sejak awal bulan Agustus terlihat terus mengalami pelemahan namun saat ini pergerakannya dalam potensi melemah. Indikator MA sudah bergerak sepanjang bolinger band atas. Selain itu indikator stochastic mulai bergerak ke area jenuh beli.

Sementara indikator ADX terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan AKRA  dalam konsolidasi. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju AKRA masih akan terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan AKRA. Saat ini level support berada pada Rp4960 hingga resistance Rp5900

Regi Fachriansyah / Equity Analyst at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens

vibiznews.com