Kemenpupera Diminta Nilai Kelayakan Rusun DKI

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono (Soni) akan meneruskan pembangunan rumah susun (rusun) untuk menampung warga yang tinggal di bantaran sungai dan di kawasan terlarang lainnya. Saat ini ada 11 ribu warga yang tengah menunggu untuk segera ditempatkan di rusun-rusun yang dibangun oleh pemprov dan beberapa di antaranya tengah di-dihentikan.

Ilustrasi

Ilustrasi

“Kita tidak akan membangun sesuatu yang tidak bermanfaat. Kita ingin warga yang direlokasi ke rusun ini mendapatkan hunian layak dan baik, jangan sampai setelah kita pindahkan ada banyak masalah yang timbul terkait kelayakan bangunannya,” ujar Soni saat meninjau Rusun Marunda, Jakarta Utara, yang pembangunannya dihentikan di Jakarta, Senin (7/11).

Kelaikan bangunan harus dipastikan mulai dari penggunaan spesifikasi material yang tepat sehingga tidak perlu ada bangunan yang distop di tengah proses pembangunannya. Untuk itu selain menginstruksikan inspektorat teknis, Soni juga minta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) ikut menilai kelayakan rusun yang dibangun Pemprov DKI.

Penilaian Kemenpupera akan dijadikan second opinion khususnya terhadap rusun Marunda dan Rawa Bebek, Cakung, yang pembangunannya dihentikan. Sebanyak tujuh  rusun dihentikan pembangunannya dan Soni berjanji segera menyelesaikannya. “Tujuh proyek rusun itu akan dilanjutkan dengan anggaran tahun 2017. Ada beberapa kontraktor di-black list, yang pasti untuk melanjutkan pembangunan rusun ini anggarannya sudah diajukan dan tahun depan harus berjalan sehingga proyek-proyek ini bisa selesai,” tandasnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me