Indonesia Butuh 1,25 Juta Hektar untuk Perumahan Urban

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Urbanisasi menjadi sebuah fenomena yang tak terelakkan dan sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak nomor empat di dunia, Indonesia semestinya memiliki agenda nasional tentang urbanisasi.

Tiap tahunnya, jumlah penduduk yang pindah dari desa ke kota dengan alasan untuk bekerja terus bertambah dan itu menyebabkan kehidupan perkotaan akan terus berkembang.

Namun sayangnya, hingga saat ini Indonesia justru belum memiliki agenda tersebut. Padahal kondisi urbanisasi di kota-kota besar Indonesia sudah semestinya mendapat perhatian lebih.

“Kita enggak punya agenda nasional tentang urbanisasi. Urbanisasi 20 sampai 30 tahun ke depan itu bagaimana belum ada, enggak ada yang mengurusi” ujar Pengamat Perkotaan dari Universitas Tarumanegara Ing Jo Santoso, di Jakarta, Senin (7/11/2016).

Adanya agenda nasional tersebut, lanjut Santoso, bisa digunakan sebagai penjelasan atas pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam arus urbanisasi.

Sebagai informasi, kota-kota di Indonesia tumbuh rata-rata 4,1 persen per tahun dan saat ini Bank Dunia mencatat 52 persen dari total populasi penduduk Indonesia tinggal di area perkotaan.

Bank Dunia memprediksi pada 2025 ada sekitar 68 persen penduduk Indonesia merupakan warga yang tinggal di kota.

Maka dari itu, penting bagi pemerintah agar bisa mengelola urbanisasi agar tak menjadi beban perkotaan.

“Siapa mereka di dalam urbanisasi itu dan mau diapakan mereka itu. Karena selama ini kita tidak memiliki struktur pemerintahan untuk memikirkan hal itu dan karena selama ini urbanisasi buat pemerintah tidak eksis, bisa dilihat tidak ada dinas di pemda yang mengurusi persis soal urbanisasi,” jelas Santoso.

Selain masalah kebijakan tersebut, jumlah lahan untuk menampung arus urbanisasi juga menjadi masalah.

Menurut Santoso, lahan seluas 1,25 juta hektar dibutuhkan guna dijadikan perumahan bagi penduduk yang melakukan urbanisasi.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me