Tol Depok-Antasari Dongkrak Properti

Big Banner

JAKARTA – Kehadiran infrastruktur transportasi jalan tol Depok-Antasari akan mendongkrak bisnis properti di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Tol sepanjang 21,54 kilometer (km) itu mempermulus akses Jakarta dengan Depok.

“Di manapun, kehadiran infrastruktur yang bagus akan meningkatkan akses sehingga membantu pertumbuhan bisnis properti, termasuk di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan,” papar Research Director Savills Indonesia Anton Sitorus, kepada Investor Daily, di Jakarta, Kamis (10/11).

Dia menambahkan, kawasan Simatupang tergolong establish dan kian menggeliat bila ditopang infrastruktur seperti jalan tol. Kehadiran infrastruktur seperti tol akan lebih menopang pertumbuhan properti. Infrastruktur itu membuat dinamika pasar terus berlangsung. Kendala saat ini, termasuk mendera kawasan itu adalah pasar yang melambat dan di sisi lain harga terus meningkat.

“Kawasan Simatupang secara umum belakangan ini tidak terlalu gencar karena harga terus meningkat. Ada yang membanderol apartemen dan ruang perkantoran strata title dengan harga sekitar Rp 40 juta/m2,” kata Anton Sitorus.

Erry Sulistio, chief executive officer (CEO) Northcliff Capital, pernah mengatakan, kawasan TB Simpatupang ke depannya lebih strategis karena lokasi proyek itu berada tepat di sebelah simpang susun tol Depok – Antasari. Jalan tol tersebut juga akan terhubung dengan Jalan Tol Lingkar Luar Selatan (JORR). “Dengan demikian, lokasi strategis ini diyakini akan memberikan tingkat pengembalian investasi properti di kawasan TB Simatupang sebesar 18% per tahun, kata dia.

Sementara itu, Direktur Utama PT Citra Waspphutowa Tri Agus Riyanto, mengatakan, pembangunan jalan tol Depok-Antasari seksi I Antasari-Andara (3,61 km) rampung pertengahan 2017 dan beroperasi tiga bulan setelahnya. Hingga kini, pengerjaan konstruksi di seksi I sudah mencapai 50%.

“Percepatan pembangunan tergantung pembebasan tanahnya, tanah belum bebas semua. Harapannya pemerintah segera membebaskan tanah tersebut,” tutur dia kepada Investor Daily, di Jakarta, Kamis.

Dia menjelaskan, pembangunan jalan tol Depok-Antasari memang ditargetkan rampung seluruhnya, termasuk interchange Antasari, pada 2019-2020. Namun, hal itu amat tergantung dari ketersediaan lahan yang ada. “Pembangunannya termasuk interchange Antasari yang kini belum semua lahannya terbebaskan,” jelas Tri Agus Riyanto.

Tol Depok-Antasari memiliki panjang total 21,54 km dan terbagi atas lima seksi. Investasi untuk pembangunan jalan tol tersebut mencapai sekitar Rp 3 triliun dengan target pengoperasian keseluruhan pada 2019.

Investor Daily

Edo Rusyanto/EDO

Investor Daily

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me