REI: Sektor Properti Tumbuh Akhir 2016

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Sektor properti pada tahun 2016 dinilai masih belum menggembirakan.

Namun, memasuki akhir tahun, sinyal pemulihan ekonomi mulai tampak. Organisasi pengembang Realestat Indonesia (REI) optimistis upaya pemerintah melakukan penyesuaian regulasi dan deregulasi akan berdampak positif terhadap industri properti nasional.

“Secara keseluruhan pertumbuhan penjualan properti semua segmen tidak terlalu tinggi, sekitar 5 persen. Penjualan properti subsidi segmen menengah bawah yang menggembirakan tahun ini. Sementara penjualan sektor menengah atas masih terkoreksi,” ujar Ketua Umum REI Eddy Hussy pada acara Media Lunch dengan Forum Wartawan Perumahan Rakyat, Kamis, (10/11/2016). 

Dari sisi penjualan masih mengalami perlambatan dibandingkan tahun lalu. Meski demikian, hingga September 2016 penjualan properti tumbuh sekitar 8 persen-10 persen.

Penjualan rumah subsidi hingga September 2016 juga naik sekitar 37 persen, sementara penjualan rumah non-subsidi atau komersial turun sekitar 11,95 persen.

Secara nominal, total penjualan rumah non-subsidi lebih besar dibandingkan rumah subsidi. Sehingga angka agregat secara keseluruhan penjualan properti tumbuh sekitar 5 persen.

Sementara itu, nilai outstanding KPR/KPA yang tercatat di Bank Indonesia per September 2016 tercatat tumbuh 6,78 persen secara tahunan.

Eddy menilai, pada 2016 pemerintah berhasil menahan penambatan penjualan properti tidak turun lebih dalam dengan sejumlah kebijakan yang dikeluarkan melalui Paket Kebijakan Ekonomi (PKE) maupun di luar PKE.

“Jika pemerintah tidak mengambil langkah-langkah cepat dan tepat mungkin perlambatan ekonomi kita bisa lebih dalam, dan pasti akan mempengaruhi sektor properti juga,” kata Eddy.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me