2017, Nilai Konstruksi Residensial Tembus Rp 69 Triliun

Big Banner

JAKARTA – BCI Asia memprediksi nilai konstruksi properti residensial menyentuh Rp 69,3 triliun pada 2017. Jabodetabek menjadi kawasan terbesar dengan kontribusi sekitar 57% dari total nilai konstruksi. Dua kawasan terbesar lainnya adalah Jawa Timur (18%) dan Jawa Barat (6%).

Tahun depan geliat industri properti, khususnya sektor hunian masih cukup kuat, bahkan menjadi motor pertumbuhan. Terdapat sejumlah faktor, antara lain adalah masih tingginya kebutuhan hunian dan lahirnya sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai mendukung. Mulai kebijakan makro hingga mikro seperti pemangkasan perizinan pembangunan perumahan.

“Nilai konstruksi residensial menyumbang paling besar dari total nilai konstruksi 2017, yakni sekitar 38% dari total konstruksi 2017 yang kami perkirakan Rp 423 triliun,” ujar Country Manager BCI Asia Indonesia Agus Dinar, kepada Investor Daily, di Jakarta, baru-baru ini.

Masih tingginya nilai konstruksi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) ditopang oleh meruyaknya pengembangan properti terpadu (mixed development) dan kesiapan infrastruktur yang mempermudah aksesibilitas.
Dia menjelaskan, pihaknya optimistis 2017 sektor hunian kian bergairah. Bahkan, dapat menjadi titik balik untuk properti memasuki masa puncak pada 2018 hingga 2020. “Tentu saja asal didukung faktor makro ekonomi dan keamanan yang stabil,” tuturnya.

Kini, tegas dia, kondisi makro ekonomi sudah cukup bagus, seperti BI rate sudah bagus, bunga kredit turun, GDP yang cukup baik, dan inflasi yang rendah. Kesemua itu akan membantu menggeliatnya properti residensial menggeliat pada 2017. “Kami juga memperkirakan pada 2017 nilai konstruksi residensial akan sama dengan 2016. Walau, saat ini prediksi awal kami ada pelemahan 9%,” tuturnya.

Assistant Research ManagerBCI Asia Cahyono Siswanto. menambahkan, banyak hadirnya pengembang asing yang bekerjasama dengan pengembang nasional bisa menjadi akselelator sektor perumahan khususnya hunian vertikal untuk kelompok berpenghasilan atas.

“Sebagian besar diperkirakan mulai konstruksi sekitar akhir 2017 atau 2018, tergantung realisasi pre-sales marketing-nya,” tutur dia.

Investor Daily

Edo Rusyanto/EDO

Investor Daily

beritasatu.com