Mulai Green Property Hingga Sunrise Property (2-habis)

Big Banner

JAKARTA – Proyek Jakarta Garden City mengusung konsep hunian eco township. Implementasi ini dapat terlihat dari hunian dan komersial yang dikembangkan dengan mengusung konsep keseimbangan kawasan.

Tak heran, jika Jakarta Garden City saat ini menjelma sebagai sebuah gaya hidup di lingkungan mandiri untuk tempat tinggal, investasi, bekerja, rekreasi dan belajar di tengah hijaunya lingkungan. Proyek itu telah menyediakan ruang terbuka hijau dengan pepohonan asri dilengkapi dengan trotoar yang hijau serta ROW jalan di dalam kawasan selebar 46 meter. “Orang akan nyaman dan aman saat berjalan kaki di Jakarta Garden City. Dengan begitu lingkungan akan cenderung semakin sehat,” kata Sami.

Selain kawasan yang asri, kawasan hunian ini dilengkapi dengan danau untuk mempercantik kawasan ditambah dengaan banyak taman tempat bermain anak yang sangat berguna bagi perkembangan fisik, mental, maupun kecerdasan anak. Selain itu juga bisa digunakan sebagai tempat atau sarana bersosialisasi bagi penghuni bersama teman maupun keluarga.

 

Pilihan Investasi


Senior Manager Sales and Marketing Jakarta Garden City Handoyo Lim, mengatakan, pengembangan Jakarta Garden City dibagi dalam tiga kawasan besar, yaitu Garden City seluas 134 ha, River Garden 100 ha, dan Lake Garden seluas 136 ha. Progres pembangunan di kawasan Garden City saat ini telah mencapai 80%, terdiri atas 7 cluster rumah dan 2 cluster rukan yang sudah selesai dibangun dan sudah mulai dihuni.

Salah satu cluster yang telah selesai dibangun di kawasan River Garden adalah cluster Mississippi, sementara beberapa cluster lainnya seperti Thames, Yarra dan La Seine masih dalam tahap pembangunan yang dijadwalkan diserahterimakan mulai awal 2017. Adapun kawasan Lake Garden saat ini masih dalam tahap pembentukan danau seluas 25 ha, yang nantinya akan dijadikan sebagai water front commercial & residential area di Garden City.

Harga rumah yang ditawarkan saat ini dimulai dari Rp1,4 miliar untuk tipe terkecil sampai dengan Rp5 miliar untuk tipe rumah terbesar, dengan persentase kenaikan harga kurang lebih 10% per tahun. “Harga properti di Jakarta Garden City masih akan terus meningkat seiring semakin baik dan berkembangnya potensi di kawasan bisnis dan investasi,” kata dia.

Menurut dia, dengan land bank yang masih cukup luas serta berbagai fasilitas yang telah dan akan dikembangkan, tidak diragukan lagi jika membeli rumah di Jakarta Garden City dapat menjadi investasi yang sangat menguntungkan. Terlebih, pada 2017, Jakarta Garden City tidak akan lagi memasarkan rumah tapak dengan harga di bawah Rp1,5 miliar dikarenakan semakin langka dan mahalnya harga tanah di Jakarta.

“Jika ingin mendapatkan rumah tapak dengan harga terjangkau di Jakarta sebaiknya segera membeli rumah yang saat ini dipasarkan. Jakarta Garden City tercatat sebagai kota mandiri terluas di Jakarta. Memiliki rumah di Jakarta tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Bahkan bisa mendongkrak prestise pemiliknya,” jelasnya.

Sementara itu, sejumlah fasilitas telah dibangun di Jakarta Garden City, antara lain Club House yang merangkum gym dan kolam renang olympic size. Lalu, children playground, children pool, lapangan basket, lapangan tenis, dan ECO park serta ballroom. Selain itu, Modern Market, Sekolah Global Mandiri, AEON Mall seluas 8,5 ha, IKEA, dan Rumah Sakit Mayapada.

 

Sunrise Property
Jakarta Garden City selain sebagai township yang nyaman, nilai propertinya juga terus meningkat. Saat ini, harga kaveling residensialnya berkisar Rp10 juta hingga Rp12 juta per m2. Sedangkan dan kaveling komersial dibanderol Rp 22 juta per m2.

“Jadi Jakarta Garden City bisa disebut sebagai sunrise property di Jakarta Timur. Bahkan, di seantero kawasan ibu kota lainnya karena nilai propertinya akan meningkat tajam pada masa mendatang. Banyak faktor pendorong (blower) yang akan membuat nilai properti di Jakarta Garden City meningkat tajam. Saya optimistis dalam kurun waktu 2-3 tahun lagi harga kaveling residensial di sini sudah menjadi Rp18 jutaan per m2,” kata Sami.

Apalagi saat ini, tambah Sami, kawasan Jakarta Timur mulai mendapat perhatian besar dari kalangan konsumen dan investor properti.

Dia mengatakan, sudah saatnya Jakarta Timur berkembang. Jakarta Barat dan Selatan sudah sangat berkembang, Jakarta Utara sudah tak ada lahan, sekarang giliran Jakarta Timur yang lahannya masih banyak. Selain itu, pembangunan infrastruktur dan fasilitasnya juga semakin pesat. “Ini potensi besar dan kami akan terus meluncurkan properti yang berkualitas tinggi sebagai salah satu bentuk investasi menguntungkan di Jakarta Garden City,” papar dia.

Investor Daily

Imam Muzakir/EDO

Investor Daily

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me