Asia Jadi Tujuan Pengembang Asing, Bagaimana Perusahaan Properti Lokal?

Big Banner

JAKARTA – Asia telah menjadi pusat pengembangan baru perusahaan-perusahaan properti ternama belakangan ini. Lantas hal tersebut pun menimbulkan pertanyaan bahwa apakah pengembang lokal dapat bersaing di tengah kondisi tersebut?

Pengembang-pengembang tersebut juga turut menggunakan merek atau brand yang populer di kalangan masyarakat. Seperti dikutip dari Property Report, Jumat (25/11/2016), sebut saja salah satunya adalah apartemen mewah Versace di timur tengah.

Selain itu juga beberapa proyek real estat garapan perusahaan milik Presiden AS terpilih Donald Trump, di Filipina, Indonesia, dan India. Bahkan nama Paris Hilton pun tidak ketinggalan digunakan sebagai merek properti di Filipina.

Hal tersebut juga bisa berfungsi sebagai dorongan kepada beberapa pengembang lokal. “Ada beberapa pengembang di Filipina yang memang telah berada di bisnis yang cukup lama,” kata Lindsay J Orr, dari Jones Lang LaSalle Filipina.

“Bahkan saya tidak berpikir mereka perlu bersaing dengan nama-nama terkenal ini. Itu merupakan salah satu alat pemasaran, yang terpenting adalah kualitas yang sebenarnya dan lokasi proyek kemudian bagaimana pengelolaannya,” tambah Lindsay.

Tampaknya nama-nama brand populer tersebut belum cukup menjadi daya tarik pasar terutama pasar kelas menengah di Asia. Berdasarkan riset dari Ogilvy & Mather, pasar kelas menengah lebih cenderung membeli produk properti dari pengembang lokal.

“Pasar menengah di Asia, 17% dari pembeli di Filipna lebih suka merek lokal, sementara 5% cenderung membeli produk properti bermerek asing,” kata co-CEO Ogilvy & Mather Asia-Pasifik Kent Wertime.

Artinya, tambah Wertime, ada potensi untuk membangun brand properti lokal. Ini adalah tentang mencari apa yang pasar inginkan dan butuhkan.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me