Jababeka Targetkan Enam Juta Wisatawan ke Tanjung Lesung

Big Banner

TANJUNG LESUNG, KOMPAS.com – Penetapan Tanjung Lesung sebagai salah satu destinasi wisata prioritas dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) membuat PT Jababeka Tbk optimistis bisa mendatangkan lebih banyak wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Melalui anak usahanya PT Banten West Java Tourism Development, pengembang ini yakin bisa meraup lebih dari lima juta pengunjung dalam kurun waktu tiga tahun mendatang.

“Kami targetkan enam juta pengunjung. Rinciannya lima juta domestik dan satu juta wisatawan mancanegara (wisman) dalam waktu tiga sampai empat tahun ke depan. Saat itu, Tol Serang-Panimbang selesai dibangun,” ucap Presiden Direktur PT Banten West Java Tourism Development Poernomo Siswoprasetijo, di Tanjung Lesung, Sabtu (26/11/2016).

Jalan Tol Serang-Panimbang sepanjang 84 kilometer memang menjadi infrastruktur penunjang yang bakal dibangun pemerintah.

Infrastruktur ini diharapkan bisa mempersingkat waktu tempuh dari Jakarta menuju Tanjung Lesung yang biasanya empat sampai lima jam menjadi dua jam saja.

Selain itu, keberadaan Pusat Budaya Mongolia yang akan dibuka pada awal 2017 nanti juga diyakini bisa menaikkan kunjungan wisman terutama dari Greater China.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) telah menargetkan wisman dari Greater China, Oceania, Asia Tenggara, Asia, Greater India, dan Eropa sebagai pasar utama kunjungan ke Indonesia.

“Kami targetkan 2,1 juta wisman datang dari Greater China dan sekitar 1 juta kami yakin dari Mongolia, ke depannya kami harap banyak turis Mongolia ke Indonesia dan sebaliknya,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana dalam kesempatan yang sama.

KOMPAS/RIZA FATHONI Salah satu resor wisata di Tanjung Lesung yang menawarkan kemolekan pesisir pantai Tanjung Lesung di dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Pandeglang, Banten.

Meski demikian, Poernomo mengakui, hingga saat ini jumlah kunjungan wisman maupun domestik ke Tanjung Lesung masih sedikit.

Tahun ini, Tanjung Lesung dikunjungi 600.000 wisatawan baik domestik maupun asing, dari berbagai negara seperti Korea, China, Jerman, Prancis, dan Belgia.

“Turis lokal memang masih mendominasi yakni 90 persen. Sedangkan sisanya 10 persen asing,” jelas dia.

Poernomo yakin, ditetapkannya Tanjung Lesung sebagai satu dari 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), target enam juta wisatawan akan tercapai.

Terlebih Kemenpar akan membawa camp trip dan promosi Tanjung Lesung di dunia internasional.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me