Jokowi: Utamakan Rumah MBR, Bukan Properti Untuk Investasi

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Pemerintah mendukung penuh dan memberikan iklim bisnis yang baik bagi sektor properti. Menjelang tahun 2017  beberapa indikator perekonomian nasional menunjukkan kondisi membaik.

jokowi

“Inflasi kita hanya 3,5 persen, pertumbuhan ekonomi masih positif 5,2 persen, nomer tiga setelah India dan Tiongkok. Sementara banyak negara yang pertumbuhannya negatif atau hanya nol koma, kita masih cukup baik dan ini menjadi pondasi bisnis sehingga bidang properti juga lebih baik,” ujar Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Realestat Indonesia (REI) di Jakarta, Selasa (29/11).

Jokowi mengajak seluruh anggota REI agar fokus bekerja ketimbang berkeluh kesah yang hanya akan membuat situasi lebih buruk. Pengembang dapat memanfaatkan besarnya backlog dan kebutuhan rumah untuk kemajuan sektor properti. Untuk mendukung perkembangan sektor properti pemerintah  mengeluarkan paket kebijakan dengan menyederhanakan proses perizinan. Kemudahan juga diberikan untuk  instrumen dana investasi real estat (DIRE), pengurangan pajak BPHTB, dan  pemberian izin kepemilikan properti oleh asing.

“Pelaksanaannya pasti ada problem, pemerintah sangat terbuka, silakan sampaikan apa saja problemnya untuk kita cari solusinya bersama-sama. Tapi saya ingatkan kalau pemerintah sudah memberi banyak kemudahan utamakan bangun (rumah) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Jangan nanti properti yang dibangun untuk investasi, yang beli orang yang sudah punya tiga rumah, jadi harus utamakan MBR,” tandasnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me