PT Wika Realty Membidik Cerug Pasar Potensial di Makassar

Big Banner

Makassar adalah kota yang bisnis propertinya paling berkembang khususnya di wilayah timur Indonesia. Pertumbuhan ekonomi rata-rata 7% – 7,8%. Kota Makassar masih menjadi kutub pertumbuhan ekonomi sekaligus berkontribusi utama bagi provinsi induknya (33,12%) yaitu Sulawesi Selatan (Sulsel).

Merujuk pada proyeksi tahun 2016, misalnya. Pertumbuhan ekonomi Makassar berkisar di angka 7,2% – 7,8% dengan tingkat keyakinan konsumen dan penjualan eceran yang cenderung semakin meningkat. Sementara, inflasi relatif terkendali pada rentang 4% +_ 1% .

Berbagai capaian tersebut semakin positif karena ditopang dengan PDRB kota Makassar yang dilihat dari R – squared nya berada pada aset (84,58%) dan kredit (82,16%). Prospektifnya iklim bisnis tersebut lantas diikuti dengan banyaknya pendatang yang bermigrasi ke kota ini untuk sekadar meraih peluang, termasuk para perantau lokal yang telah sukses di luar Makassar.

Tidaklah mengherankan jika bisnis properti baik residensial maupun komersial di kota Anging Mammiri ini semakin bertumbuh dan menjadi incaran investor, baik lokal maupun nasional. Tak terkecuali, PT Wika Realty, anak usaha PT Wijaya Karya, Tbk. yang melihat fakta ini sebagai sebuah peluang yang harus dapat dimanfaatkan dengan mengembangkan Tamansari Skylounge – sebuah hunian vertikal kelas menengah pertama di kawasan Sudiang, Makassar yang selama ini telah dikenal sebagai pusat kawasan industri dan bandara.

Mengusung konsep green living, proyek KSO antara PT Wika Realty dan keluarga Tangke Salu ini dibangun di atas lahan seluas 7.379 m2, tepatnya di Jalan Poros Bandara Baru, Sudiang, Makassar. Tamansari Skylounge terdiri atas 2 tower setinggi 11 lantai yang nantinya akan merangkum sebanyak 676 unit apartemen dengan tiga pilihan tipe, mulai dari Tipe Studio dengan luasan 24 m2,
Tipe 1BedRoom dengan luasan 36 m2 serta Tipe 2BedRoom dengan luasan 42 m2. Adapun, harga yang ditawarkan mulai dari Rp393 juta sampai dengan Rp803 juta. Kedua tower nantinya akan
dibangun secara serentak, termasuk area komersil seluas 300 m2 yang dibagi menjadi 5 unit dengan berbagai luasan berbeda

“Wika Realty memilih lokasi Tamansari Skylounge di kawasan dekat bandara dengan target membidik para stakeholder bandara serta pebisnis di luar kotaMakassar yang mempunyai bisnis di Indonesia bagian timur dan sekitarnya. Dengan demikian, waktu mereka dapat lebih efisien,” ujar Dwi Purwanto, Manager Unit Kerja Skylounge Makassar.

Menurut Dwi, pihaknya sangat optimis jika proyek apartemen ini akan diterima pasar karena didukung berbagai kelebihan. Meskipun, bagi sebagaian masyarakat Makassar, tinggal di apartemen masih merupakan sesuatu hal yang baru.

Apartemen ini juga termasuk satusatunya siteplan apartemen di Makassar yang mengalokasikan 40% dari total luas lahannya untuk ruang terbuka hijau dengan mengusung konsep thematic landscape yang memadukan konten-konten lokal. Terakhir, berada di lokasi yang sangat strategis karena hanya berjarak sekitar 500 meter menuju Bandara Sultan Hasanuddin, 6 Km menuju Universitas Hassanuddin, dan 10 Km menuju pusat Kota Makassar yang dapat diakses melalui Toll Ir. Sutami.

Proyek apartemen ini menelan investasi Rp350 miliar ini nantinya juga akan dilengkapi berbagai fasilitas. Sejak dipasarkan pada April 2016 lalu, sebanyak 260 unit telah terjual.

“Progress pembangunan saat ini masih pada tahapan land clearing, dengan target pembangunan struktur akhir tahun 2016 hingga proses serahterima pada 2020 mendatang,” papar Dwi. MPI Riz Versi digital MPI dapat diakses melalui: https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia atau http://www.wayang.co.id/index.php/majalah/properti-indonesia lebih praktis dan lebih ekonomis.

mpi-update.com