Banjarmasin Targetkan 1.930 Sambungan Rumah untuk Sanitasi

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemenuhan akses sanitasi layak yang notabene merupakan kebutuhan dasar masyarakat, memang menjadi kewajiban pemerintah.

Di Banjarmasin, pemerintah kota (pemkot) turut membangun akses sanitasi melalui program sAIIG, yaitu program Hibah Infrastruktur Australia-lndonesia untuk sanitasi.

Pada program ini, Banjarmasin menargetkan pembangunan akses sanitasi sebanyak 1.930 sambungan rumah (SR).

“Kalau misalnya (program) ini diteruskan, kami yakin bahwa seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terlibat langsung, paling tidak akan terwujud akses sanitasi 100 persen,” ujar Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina di Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Ibnu mengakui, program tersebut sangat membantu dari sisi pendanaan mengingat biaya konstruksi akses sanitasi di Banjarmasin cukup besar.

Mahalnya biaya konstruksi ini disebabkan kondisi alam yang didominasi rawa-rawa dan berada 20 sentimeter di bawah permukaan laut.

Jika biaya di kota atau kabupaten lain berkisar Rp 3,5 juta-Rp 5 juta per sambungan rumah, di ibu kota Kalimantan Selatan ini pemasangan pipa sanitasi bisa mencapai Rp 12 juta.

“Selain hibah, kami memanfaatkan dana corporate social responsibility (CSR), dari beberapa perusahaan yang terhimpun dalam Banjarmasin CSR,” kata Ibnu.

Berdasarkan data yang dihimpun Kompas.com, melalui Surat Persetujuan Penerusan Hibah (SPPH), Banjarmasin menargetkan pembangunan 1.930 SR.

Dari jumlah tersebut, yang sudah terkontrak sebanyak 484 SR, sementara yang sudah terbangun 325 SR.

Meski demikian, dari akses yang sudah terbangun, baru 25 SR yang lolos verifikasi untuk mendapatkan hibah dari Australia.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me