Karena Miskin, Banyak Warga Serang BAB Sembarangan

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah tengah mengupayakan akses universal untuk sanitasi layak di seluruh Indonesia.

Namun, seringkali upaya tersebut menghadapi berbagai kendala. Yang terberat justru bukan dari sisi pembangunan infrastrukturnya, melainkan perubahan perilaku masyarakat itu sendiri.

Bahkan di Kabupaten Serang, perilaku buang air besar (BAB) sembarang masih banyak terjadi, dan sulit untuk diubah. 

“Perilaku buang air besar (BAB) di Serang memang marak karena masih cukup banyak yang di bawah garis kemiskinan, mereka sulit berubah,” ujar Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah di Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Karena itu, untuk perubahan perilaku ini, pemerintah kabupaten (pemkab) mengerahkan Dinas Kesehatan untuk sosialisasi.

Selain itu, pemkab juga membina kader-kader Posyandu yang ikut diturunkan dalam rangka sosialisasi kepada masyarakat.

Kemudian, kelompok kerja dan anggota Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) didaulat sebagai pembina di tingkat desa.

Ratu Tatu menuturkan, akses sanitasi menjadi program prioritas selain infrastruktur jalan dan pendidikan.

Terkait bantuan dari sAIIG, yaitu program Hibah Infrastruktur Australia-lndonesia untuk sanitasi, ia mengaku sangat terbantu karena anggaran Pemkot bertambah banyak.

Meski demikian, Ratu Tatu berharap kriteria verifikasi yang prosesnya dilakukan pemerintah pusat dapat diinformasikan sebelumnya.

“Verifikasi itu harus jelas apa saja kriterianya. Jadi, ketika pencairan itu (perbaikan) tidak terlalu jauh,” sebut Ratu Tatu.

Ia mengaku, hingga kini Serang baru membangunsebagian infrastruktur akses sanitasi. Dalam proses pembangunannya, ternyata ada kekurangan dari kriteria yang ditetapkan pemerintah pusat.

Dengan demikian, ia harus mengerjakan dan memperbaiki infrastruktur akses sanitasi keseluruhan.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me